Free Sex, why?

Sebut saja dia Amelia. Cantik, imut… masih kelas satu esema. Beberapa waktu yang lalu dia sms kepada saya. “Kak, Ade bingung. Ade pengin Die aja”, tulisnya. “Ada apa ade, kenapa pengin mati sgala? Kalo pengin mati jangan sms kK dong!” kata saya. Kemudian dia balas lagi, “Kak, ade serius! Ade gak tau mesti ngomong sama siapa, hikZ.. T_T , kK tolong ade dong. PliZz kK..!” katanya. “Iya deh, crita gih kenapa?”

So, dia pun crita masalahnya. Kalo saat ini dia sedang terlambat datang bulan. “Gak biasanya ade terlambat gini kK, ade takut kalo ade hamil.. ade gak mau hamil!” katanya. “Trus gimana dong kK?”

“Duh, gimana yak? Gimana nih?” batin saya. Saat itu sih yang ada dalam pikiran saya yang paling penting sekarang adalah bagaimana memastikan apakah Amelia ini beneran hamil atau nggak. Tentu saja yang gak kalah penting adalah memberi pengertian sebelumnya kepada Amelia agar dia siap menerima apapun hasilnya. Akhirnya saya pun bilang sama Amelia, beli test pack dan beritahu hasilnya sama kK, kata saya.

Beberapa hari kemudian, Amelia pun sms lagi. “Kak, hasil test negatif”. Pfuh! “Syukur… gak jadi droup out lo!” kata saya. “Tapi test pack ketahuan sama mami. Mami bilang kenapa barang haram itu bisa ada dalam tas ade? Gimana dong sekarang kK? Bls Cpt!” tulisnya.

Wadouw! Ni anak bikin masalah gak kira-kira. “Bilang sama mami tuh test pack buat alat peraga waktu praktikum di pelajaran Biologi!” Sejurus kemudian dia pun balas, “Iya deh kK, thanks!”

Terserah deh bagaimana anda menyikapinya. Yang jelas sih saya pengin share. Dan deskripsi diatas gak cuma sekedar cerita boong. Beberapa hari yang lalu saya benar mengalaminya. Why? Saya sungguh gak mengerti dengan jalan pikiran remaja2 saat ini. Apa yang salah coba? Orang tua yang sibuk sehingga mereka tidak punya waktu untuk mengawasi perilaku anak2nya? System pengajaran di sekolah yang tidak terbuka dan masih menganggap tabu soal “sex education”? Anak2 yang salah bergaul? Atau minimnya remaja sekarang dibekali oleh pendidikan keagamaan?

Saya pikir tidak juga! Lantas, apa penyebabnya?

Saya pikir hal ini masalah yang krusial sebenarnya. Tak kalah penting dari lumpur lapindo, IPDN, reshufle kabinet jilid 2….. !? Teman… saya menunggu F/B nya.

35 Tanggapan ke “Free Sex, why?”


  1. 1 Evy Mei 20, 2007 pukul 12:57 pm

    sex education itu penting menurutku, remaja harus tahu menjaga dirinya sendiri, orang tua sibuk bukan alasan, kualitas perhatian remaja harus tetep bagus sehinga mereka bertanggung jawab atas pilihan hidupnya, nta kapan2 aku tak nulis deh…blog ini tak link biar nge top hehehe…

  2. 2 Herdy Mei 20, 2007 pukul 5:18 pm

    To. Ibu Evy

    Hore, blog saya mau di link sama bu Dokter.
    Saya tunggu postingannya bu, postingan bu Dokter pasti seru!

  3. 3 Herdiyanto Mei 21, 2007 pukul 2:26 pm

    To. Ibu Evy

    Wih, betulan tho blog saya di link sama bu Dokter.
    Tapi postingannya bikin deg-degan, bu Evy jek nesu opo piye tho?
    Postingan bagus bu.. sukses selalu.

  4. 4 diditjogja Mei 23, 2007 pukul 12:10 am

    ceritanya kek di sinetrron aja :(
    mungkin benar, pendidikan sex masih dianggap tabu…
    atau mungkin belum ada metode yang tepat untuk pendidikan macam itu?
    sehingga tak sengaja orang tua, guru dan pendidik lainnya tak mau menyampaikannya?

  5. 5 akoedw Mei 23, 2007 pukul 8:53 am

    ane ngikutin aja dech ma orang-orang pinter ini

  6. 6 Herdiyanto Mei 23, 2007 pukul 3:47 pm

    To. diditjogja

    Suka liat sinetron ya mas? Saya suka sama mas Didit ini, tapi bener lho mas.. kalo bukan kita yang melototin sp lagi? Sinetron kan karya anak bangsa juga.. menonton adalah bentuk apresiasi kita. Salute..!

    Bukan systemnya mas, tapi pola pikir generasi muda aja yang harus direformasi.
    Blognya mas Didit saya add yak.. pasti saya mampir.

    To. akoedw

    Pasti yang di maksud ibu Evy sama mas Didit ini. He…
    Salam kenal yak…

  7. 7 anas Mei 25, 2007 pukul 3:48 pm

    Masa remaja memang masa yang paling perlu untuk diwaspadai perkembangannya.
    BTW Salam kenal baru pertama kesini, habis dari tempatnya bu evy.

  8. 8 Herdiyanto Mei 25, 2007 pukul 5:49 pm

    To. Anas
    Kayak bang napi aja, waspadalah.. waspadalah! Kejahatan seringkali terjadi bukan hanya karna ada niat saja, tapi karna,… halah!)
    Iya, saya mmg sudah fren dengan bu Evy, hehe… (ngaku-ngaku, kabuuuur!)
    *takut mesem nya bu Evy jd ilang, tar saya dihujat sm senyumsehat fans club lak blaik*

  9. 9 astikirna Mei 31, 2007 pukul 4:35 am

    Mungkin juga karena penasaran ga?! hehhehe… kan ga pernah di kasih ilmu ttg sex trus nyari sendiri karena penasaran :-D,…. wah kang trus sekarang amelianya gimana? stlh tau ga hamil apa dia masih freesex juga?! trus gimana ma mama nya apa percaya dengan penjelasan amelia?! Btw punya ide cemerlang juga ya ngatasin problem remaja ;)) btw bisa dunk ntar sms minta solusinya klo saya dapet masalh :-D

  10. 10 Herdiyanto Mei 31, 2007 pukul 10:59 am

    Susah mba, padahal dl saya dah bikinin weblog juga diblogspot karena tau dia suka bikin2 mading gitu. Eh, jadinya sekarang malah mubazir.. gak pernah diisi. Padahal maksud saya kan dengan cara begitu mungkin bisa menyibukkan dia dan menumbuhkan minat baru buat dia biar dia gak aneh2 lagi. Tapi yah susah juga sih yak,karna saya juga bukan siapa2nya, gak bisa mengawasi dan membimbingnya terus. Apalagi ditempat saya tinggal, plurarisme ok banget. nah susahnya karena terlalu plurar banget kadang2 hal2 yang aneh2 yang dilakukan adik2 kita dianggap biasa.

  11. 11 Domba Garut! Juli 25, 2007 pukul 2:13 pm

    Pendekatan orang tua dan yang dituakan mesti sedikit bergeser, karena dengan mobilitas anak muda jaman sekarnag ditengah derasnya arus informasi dan pengaruh budaya hedonisme sudah tidak dipungkirilagi kalau anakusia awal teenagers pun saudah faham-mahfum soalan assoy ini (baca: Sex).

    Meski cobaan berat buat para orangtua, pendidikan sexual dan pendidikan akhlak agama harus sama-sama digalak-kan, it’s everyone’s battle against teen-pregnancy.

    Each of us has the same amount of shared-responsibilty to eradicate this. Blaming is not an option.

    PS: Test pack, atau alat contraceptives itu bukan barang haram kok.. :-)

  12. 12 unye September 2, 2007 pukul 8:07 am

    menurt gwe asix2 aja tp qta hrus bsa ngontrl dri supaya gk terjerumus ma yg namanya “free sex”

  13. 13 'K, September 4, 2007 pukul 12:36 pm

    abis enak sih yaa
    jadi binun juga
    makanya sex education tuh penting bgt
    jadi seandainya freesex pun masih bisa yg bertanggung jawab dan sehat buat keduanya

  14. 14 sonya September 19, 2007 pukul 7:11 am

    sex education - pola asuh keluarga - peer group - dan kembali ke hati masing masing pribadi.

  15. 15 kawansyam September 25, 2007 pukul 12:00 pm

    pendidikan seksual memang penting. Terutama pada muatan bagaimana semua yang dididik nantinya lebih bertanggungjawab atas perangkat seksualnya.

  16. 16 Pay_doang Oktober 20, 2007 pukul 4:34 am

    Enak kok dilarang …kaya bang roma irama ajah…huehuheuheuhue

  17. 17 Queen Desember 2, 2007 pukul 2:20 am

    Aku pernah mengalaminya..
    Awalnya kekasihku memaksa aku untuk melakukannya. Dia hanya mengatakan tidak ingin kehilangan. Seribu alasan meyakinkan aku untuk menjadikan aku pelampiasan nafsunya semata. Aku pernah mengalami ketakutan. Bukan karena hamil, bahkan aku berharap aku bisa hamil, agar dia benar-benar bertanggung jawab. Aku siap menjalani apapun untuk hidup dengannya. Tapi Tuhan berkehendak lain… Dan apa yang aku takutkan terjadi. Dia pergi, meninggalkan aku semudah membalikkan telapak tangan. Meski aib ini sudah jadi masalah besar di keluargaku, dia tetap tidak mau bertanggung jawab. Bahkan pihak keluarganyapun tidak peduli. Tinggal cerita mengenai aku yang murahan

  18. 18 jasmine Januari 9, 2008 pukul 8:25 am

    pendidikan sex bt remaja saya rasa memang perlu. ga sedikit remaja di Indonesia mengerti apa itu sex secara benar. kebanyakan dari mereka mengetahui hal-hal tentang sex hanya sepintas saja tanpa adanya pengarahan yang positif dari orang tua ataupun guru, sehingga mereka kadang salah mengartikan.

  19. 19 iank Januari 19, 2008 pukul 5:16 pm

    jangan berfikir tentang sex yang sedang membom bardir negara ini… masuknya media yang secara nyata sudah tidak berpihak lagi sama pendidikan dewasa ini sangat gencar banget mengapa harus ada pendidikan sex di sekolah? bukan pendidikan seks mencelakai generasi muda tapi kelakuan media yang culas dan tidak berprikemanusiaan. sebagai sumber informasi seharusnya membawa negri ini menjadi lebih baik tapidengan merebaknya media justru membawa remaja ke arah yang penuh dengan kebebasan untuk berkreasi di atas ranjang.

  20. 20 MARTEN LU Januari 22, 2008 pukul 3:03 pm

    MENURUT GUA SIH GA PA2 ASAL SAMA PENGERTIAN….
    LAGIAN ENAK KOQ

  21. 21 amelia Januari 23, 2008 pukul 10:37 am

    1. Pengawasan terhadap kurang fleksible
    2. Kurangnya kontrol media cetak maupun elektronik dalam penayangan/penyuntingan gambar2 yang berbau porno.
    3. Kurangnya keimanan seseorang yang didasari dari kurangnya pengetahuan keagamaan.
    4. Pergaulan yang tidak mengenal batas dan
    5. Emang udah zamannya aja kaleee…

    Banyak faktor yang bisa jadi penyebabnya, dan banyak pula pencegahannya tapi human controlnya yg emang susaaaahh

  22. 22 amelia Januari 23, 2008 pukul 10:37 am

    1. Pengawasan terhadap anak kurang fleksible
    2. Kurangnya kontrol media cetak maupun elektronik dalam penayangan/penyuntingan gambar2 yang berbau porno.
    3. Kurangnya keimanan seseorang yang didasari dari kurangnya pengetahuan keagamaan.
    4. Pergaulan yang tidak mengenal batas dan
    5. Emang udah zamannya aja kaleee…

    Banyak faktor yang bisa jadi penyebabnya, dan banyak pula pencegahannya tapi human controlnya yg emang susaaaahh

  23. 23 aiuu Januari 30, 2008 pukul 2:03 am

    FREE SEX gga BGDH !!!

    kebanyakan orang , banyak yang mengatasnamakan CINTA dgn melakukan FREE SEX !!!

    padahal ,
    mnurudh guw …
    cinta itu gga mesti dengan melakukan FREE SEX .

    dan kalo seseorang itu mangs bener-bener cinta ,
    gga mungkin dounk merusak masa depan satu sama lain ..

    So ,
    FREE SEX IS BIG NO-NO !!

  24. 24 Gend Februari 17, 2008 pukul 5:45 am

    Free sex? Gak banget deh. Mungkin salah satu cara tuk mencegahnya adalah dgn menyibukkan diri kita dalam kebaikan dan jadikan hal tsb sebagai cara kita tuk MENIKMATI hidup. Ku rasa banyak hal yg lebih “enak” dibandingkan kenikmatan sex. Kalau ngatur diri sendiri agar gak menghancurkan masa depan diri sendiri aja gak bisa, bagaimana mungkin mampu tuk menjaga orang lain? Selain itu, produk air mineral yg tutupnya dah rusak aja gak boleh diterima, apalagi jika manusia yg “tutupnya” dah rusak?????

  25. 25 lee Februari 21, 2008 pukul 8:02 am

    save sex? No free sex…..bnr g?

  26. 26 Faradina Maret 5, 2008 pukul 12:18 pm

    Kata orang, ini kata orang lho, sebaiknya pengaruh agama bisa menjauhkan mereka dari hal2 seperti itu. Terus, mereka juga harus ngerti bahwa setiap tindakan itu seharusnya dilakukan jika memang sudah waktunya. Perpaduan antara kedua hal itu mudah2an bisa meredakan energi yg gak terkendali. Sekali lagi, aku cuma nyampaikan kata orang lho.

  27. 27 zahra Maret 18, 2008 pukul 4:11 pm

    Assalamualaikum..wr..wb.
    Bissmillahirohmannirrohim.
    Pendidikan sex………..??????????
    PENDIDIKAN AGAMANYA YG HARUS DITEGASKAN DAN ATURAN DIENnya YG HARUS DITERAPKAN.
    Bagi saudara2ku yg sdh terlanjur melakukannya,segeralah berhenti dan sujud dihadapan Allah swt memohon ampunan atas kekhilaf’an yg telah dilakukan. semoga Allah swt mema’afkan dosa2 kita. Amiiiiiiin……….

  28. 28 zahra Maret 18, 2008 pukul 4:48 pm

    Insya allah klo kt ngerti DIENnya Allah swt,dunia ini penuh kedamaian dan manusia tak akan ada yg berprilaku seperti binatang,seperti melakukan free sex ! takutlah akan azabnya wahai saudaraku,dan bagi saudaraku yg setuju dgn melakukan FREE SEX sama halnya engkau dgn binatang,maka celakalah engkau setan yg brwujud manusia!!!.
    BAYANGKANLAH…..
    1.hnya beberapa saat engkau rasa nikmatnya.
    2.kemungkinan engkau hamil diluar nikah
    3.aib & malu,kau tanggung serta keluargamu
    4.terkena penyakit kelamin yg mematikan
    5.bila kau lakukan aborsi dan kau mati dlm keadaan hina

    Dan masih bnyak lagi yg akan merugikanmu didunia.
    Apakah engkau sanggup…???
    JANGGAN KAU LAKUKAN SAUDARAKU… DEMI ALLAH JANGAN KAU LAKUKAN…!
    EBerbuatlahE sebaik mungkin Rdidunia ini jika enFkau ingin dptkan NIK’MAT yg HAKIKI.
    ENAK ??? NIKMAT ???
    PILIH NIKMAT APA YG KAU INGINKAN :
    .BERCINTA(FREE SEX,NIKMAT SESAAT)
    .ATAU ANDA BISA BERNAFAS ? NIKMAT YG HALAL,
    Tak terhingga nikmat2 allah swt yg diberikan pd kita dgn ridhonya. nikmat apa lg yg akan engkau dustakan saudaraku ??

    JAUHI BRBUAT ZINAH(FREE SEX)

    WASSALAM.

  29. 29 ryo Maret 24, 2008 pukul 2:01 pm

    Ga mau aja, nagapain juga?emang ada untungnya buat remaja?udah deh lupain namanya freesex,mendingan belajar mandiri ,cari duit sendiri tanpa tergantung ma ortu kamu,…buka aja situsnya!

  30. 30 auriNgoNpaiSte Maret 25, 2008 pukul 3:48 pm

    Ada yang tau ga sih bedanya Free Sex dan Pre Marital Sex itu apa? Kayanya yang diatas kebanyakan belum tau nih :lol:

    Btw, di Indonesia sangat diperlukan sex education neh, dibarengi dengan spiritual edu. Berdasarkan pengalaman aja nih. Cowok di Indonesia kebanyakn tidak menganggap penggunaan kondom itu penting. Menurut mereka, selama sperma tidak dikeluarkan di dalam vagina, perempuan tidak akan hamil. Ignorant. One of the biggest sin even for satanist :lol:

  31. 31 eriez Maret 26, 2008 pukul 1:46 pm

    menurut saya sex educ itu penting bgt hari gini crita-crita sprti itu tetangga sy g ky gitu bahkan lebih parah malah anak kls 3 esempe dah mau ujian ee malah hamil duluan g tau bapaknya siapa lagi soalnya buatnya rame-rame
    ada lagi esempe kelas 1 klo pcaran syur bgt meskipun didpn rmh mereka berani kissing, peeting ya gitu-gitu lah astaghfirullah

    kok bisa ya apa mereka tidak memikirkan dampaknya
    apa mereka tidak takut dosa ya

  32. 32 nengbiker Maret 29, 2008 pukul 5:56 am

    hmmm.. telat banget neng.

    mungkin karena ada kesempatan. karena ada contoh. karena ada kebebasan.
    makanya susah punya anak.

    *loh

  33. 33 rizuka Juni 1, 2008 pukul 1:14 am

    aq g setuju bgtma free sex. usut punya usut free sex ternyatatidak ada manfaatnya. yang ada malah menimbulkan dampaknegatif yg buanyakbgt.salah satu contoh hamil di luar nikah. or pernikahan dinisekali. kalo tujuannya u menyalurkan hawa nafsu mending jangan deh.yang halal aja. sekalian resmi nikah. iya g? setuju g?

  1. 1 Say Hello to SEX « SENYUM itu SEHAT Lacak balik pada Mei 20, 2007 pukul 7:13 pm
  2. 2 Hati-hati dengan rayuan « herdy undercover Lacak balik pada Desember 16, 2007 pukul 7:08 pm

Tinggalkan Balasan




Kategori

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Statistik

  • 15,853 kunjungan pengibul

Flickr Photos

Rena saskia meca

2 pay

More Photos