You are currently browsing the monthly archive for Mei 2007.

(“Aku kasihan sama anak2 perempuan yang putus sekolah, disingkirkan dari pergaulan dan di hujat dan bahkan di cap ahli neraka karena hamil akibat “kecelakaan”, akibat ketidaktahuan pengendalikan sex, sementara anaknya di label “anak haram” (Ataghfirullah kok tega ya..?) apakah anak lain ada sertifikat halal dari MUI?” )

 

Jika tidak salah merasa (maaf jika saya terlalu sensitif) saya melihat kemarahan dalam tulisan ibu Evy. Lantas, apakah marah itu salah? Tentu saja tidak! Kita memang seharusnya marah tapi tidak kepada siapa-siapa melainkan kepada diri kita sendiri. Kenapa? Karena kita sebagai orang tua, sebagai orang yang lebih dewasa, sebagai apapun kita dalam tatanan kehidupan bermasyarakat… jelas kita sudah lengah sampai kejadian ini terus berulang di depan mata kita.

Hamil di luar nikah, aborsi… sudah jadi makanan berita kita sehari-hari sedang di lain tempat seminar, acara-acara interaktif yang membahas masalah ini juga marak diselenggarakan dimana-mana. Di sekolah-sekolah, di kampus-kampus, di mall bahkan dalam acara arisan bapak-bapak/ibu-ibu RT. Pesertanya beraneka ragam dari pelajar, mahasiswa, orang tua dan berbagai kalangan lain yang mewakili kelompoknya. Alhasil, coba kita tengok tingkat hunian losmen-losmen kelas melati di tempat-tempat wisata pada saat libur datang, remaja-remaja semua lah yauw! Dagelan macam apa ini? He…

Sebenarnya sih membahas masalah ini cerita mati. Gak akan pernah ketemu ujung pangkalnya. Gak ada yang mau disalahkan. Semua bilang semua salah jika udah kejadian, pada saling tunjuk… piye jal? Lagipula hal ini berurusan dengan kebutuhan fitrah manusia yang jika ditahan bagaimana lantas jika disalurkan gimana juga wong masih pada ABG belum ada ikatan apa-apa, masih pada pacaran, cinta-cintaan. Repotnya ABG juga manusia jika pengin tiba-tiba datang tanpa diundang dan menuh-menuhin pikiran, hayo….? Tapi ngomong-ngomong kok jadinya saya sedang tidak kalah marah dibanding bu Dokter ini? He…

Ok deh, mungkin ada baiknya jika saya batasi permasalahan ini biar gak dipersepsikan dan melebar kemana-mana. Jadi yang saya maksud di sini adalah Free Sex yang dilakukan oleh remaja-remaja usia sekolah. Mungkin jika ada yang peduli akan hal ini boleh sumbang sarannya, ibu Evy juga boleh posting lagi yang lebih seru. Kenapa perlu saya batasi? Karena Sex Abuse ibu Evi bilang yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah jelas secara tidak langsung menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua, guru-guru dan dosen-dosen sebagai pendidik dan kita semua yang merasa lebih dewasa dari mereka. Jika setiap blogger menulis masalah ini kan rame tuh, bisa jadi refferensi bagi orang-orang yang berkompeten menangani dan pemerhati serius masalah ini. Siapa tau mas Antobilang jagonya bikin banner terus bersedia membuatkan banner “STOP FREE SEX & ABORSI, KARENA BAYI JUGA MANUSIA” untuk mengkampanyekan masalah ini agar remaja-remaja sadar akan bahaya melakukan sex bebas. ( Tapi ngomong-ngomong soal banner, kok saya bingung gimana cara pasang di blog saya yak? Dodol… dodoool! Ada yang mau kasi tau caranya gak? *memohon mode on* )

Sebagai pengompor kan mungkin anda bilang saya tidak sportif jika bisanya manas-manasin doang. Ya sudah saya akan coba memberikan opini saya. Tapi mohon maklum jika opini saya tidak valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena memang saya menyampaikan tidak sedang mewakili kelompok/latar belakang manapun melainkan sebagai anggota masyarakat biasa yang prihatin, sedih sekaligus masgul melihat kondisi ini.

 

  • Terkadang kita sebagai orang tua atau orang yang lebih dewasa terlalu naïf sehingga seringkali kecolongan. Kita sering menganggap remaja-remaja itu lugu dan tidak tahu apa-apa. Padahal kenyataannya mereka udah tau terlalu banyak dari yang kita kira dan saking banyak taunya mereka penasaran ingin mempraktekkan.
  • Sebagian besar remaja kita kurang memiliki tanggungjawab kepada dirinya sendiri boro-boro tanggung jawab atas masa depannya, orang tuanya yang banting tulang bekerja membiayai mereka apalagi lingkungan sekitar dan Tuhan Pencipta mereka.
  •  Budaya gampangin (menggampangkan sesuatu, resiko belakangan) yang dianut remaja-remaja kita. Gak tau ini warisan siapa yak?

Mungkin mentalitas aja lah yang saya tekankan di sini. Lain-lain saya persilahkan sederek-sederek yang ingin membahasnya diblognya masing-masing. Nanti saya didakwa kemaruk lak blaik. Oya, saya kok belum bilang terima kasih sama ibu dr. Evy udah mau ngelink blog saya dipostingannya. Matur nuwun, bu dokter memang is the best.

Marketer tidak harus punya weblog? Ini sih just opinion aja. Yang pasti dunia marketing itu terlalu dinamis menurut saya, jadi perlu sarana bagi marketer untuk terus meng up date kemampuan personal, mengasah wawasan maupun ide-ide baru agar tetap fresh. Saya pikir weblog wadah yang paling tepat untuk semua itu.

 

Mulanya saya juga heran, kenapa ada orang yang mau tulis-tulis weblog. Iseng banget kata saya. Gak ada kerjaan! Itu kesan pertama saya. Selanjutnya, saya pun mikir… ternyata “mlethik” juga yak isi kepala blogger itu? Banyak saya temui posting para blogger keren abiZz gak cuma asal tulis. Saya suka spiritnya, mau disebut “ Jurnalis Frustasi” kek gak urus yang penting berkarya sudah. Lagipula siapa sih yang bisa liat isi kepala orang? Bagaimana juga kita bisa tahu “kekayaan intelektualitas” kita diakui sama khalayak jika tidak dituangkan? Sedasyat apapun ley isi kepala kita gak ada artinya kalo masih tetap ngendon di kepala. Bukankah hidup ini akan lebih bermakna jika kita bisa saling berbagi? Sekecil apapun, pengalaman kita, opini kita jika itu bisa bermanfaat dan bisa dinikmati oleh orang lain kenapa tidak? So, why not?

 

Kemudian jika ada yang bilang blogger itu narsis, blogger itu “taek”… itu mah orang yang ngiri aja. Orang yang frustasi menurut saya, sebenarnya dia juga pengin share, hanya saja dia gak mampu berekspresi. Kasihan sebenarnya, jadi gak perlu diurusin deh tar malah tambah frustasi kan bahaye, he. Menambah panjang daftar orang-orang frustasi di negeri kita tercinta ini. Yah mudah-mudahan aja, saya berdoa kepada Tuhan YME smoga posting saya ini bisa meng-inspirasi sebagian orang yang seperti itu. Amin.

 

Ok deh, mungkin anda menganggap diri anda orang yang berkarakter keras, kaku, gak romantis, gak pinter, gak bisa nulis karenanya gak pernah mau nulis. Itu kan hanya anggapan! Saya awalnya juga beranggapan kayak gitu. Wong ndeso, jadi preman kampus, dari smu dah di jalan, tidur di got. Mana bisa saya nulis? Tapi, yakinlah disaat benak anda bilang “mana bisa saya nulis?” Hal itu sudah bisa menjadi semangat anda. Cuma tipis doang batasannya antara bisa dengan gak bisa. Cuma mau apa nggak! Itu aja… Seperti perasaan takut dengan tidak takut. Bayangkan aja anda tidak takut, saya yakin anda akan tetap melakukannya juga. Iya nggak? Perasaan gak bisa, takut itu akan terus membelenggu anda kecuali anda mau mendobraknya. Tipis doang percaya deh! Karena perasaan gak bisa, takut yang berlebihan itu akan membuat anda tidak akan pernah melakukan apa-apa.

 

Lanjut! Kita kembali ke… LAPTOP! Sorry mas thukul yak, he. Jadi kembali pada weblog & marketer, weblog adalah wadah yang sesuai buat marketer untuk mengekspresikan diri. Karena bahaya jika marketer kehabisan ide, nah weblog bisa jadi tempat buat curahan pemikiran-pemikiran anda yang brilian. Meski masih sebatas pemikiran atau yang sudah anda praktekkan. Syukur kan bila terus mendapat legitimasi publik tapi itu sih no kesekian dari tujuan anda ngeblog anggap aja bonus, okay! Tapi yang jelas dengan ngeblog seorang marketer jadi gak akan pernah kehabisan ide untuk membuat terobosan. Karena pengetahuan, wawasan dan opini-opini kita akan selalu up to date.

 

Sayang jika pemikiran-pemikiran anda yang brilian sampai berkarat jika terlalu lama ngendon di kepala. Selamat berekspresi dan ber Weblog Ria…. !

Sebut saja dia Amelia. Cantik, imut… masih kelas satu esema. Beberapa waktu yang lalu dia sms kepada saya. “Kak, Ade bingung. Ade pengin Die aja”, tulisnya. “Ada apa ade, kenapa pengin mati sgala? Kalo pengin mati jangan sms kK dong!” kata saya. Kemudian dia balas lagi, “Kak, ade serius! Ade gak tau mesti ngomong sama siapa, hikZ.. T_T , kK tolong ade dong. PliZz kK..!” katanya. “Iya deh, crita gih kenapa?”

So, dia pun crita masalahnya. Kalo saat ini dia sedang terlambat datang bulan. “Gak biasanya ade terlambat gini kK, ade takut kalo ade hamil.. ade gak mau hamil!” katanya. “Trus gimana dong kK?”

“Duh, gimana yak? Gimana nih?” batin saya. Saat itu sih yang ada dalam pikiran saya yang paling penting sekarang adalah bagaimana memastikan apakah Amelia ini beneran hamil atau nggak. Tentu saja yang gak kalah penting adalah memberi pengertian sebelumnya kepada Amelia agar dia siap menerima apapun hasilnya. Akhirnya saya pun bilang sama Amelia, beli test pack dan beritahu hasilnya sama kK, kata saya.

Beberapa hari kemudian, Amelia pun sms lagi. “Kak, hasil test negatif”. Pfuh! “Syukur… gak jadi droup out lo!” kata saya. “Tapi test pack ketahuan sama mami. Mami bilang kenapa barang haram itu bisa ada dalam tas ade? Gimana dong sekarang kK? Bls Cpt!” tulisnya.

Wadouw! Ni anak bikin masalah gak kira-kira. “Bilang sama mami tuh test pack buat alat peraga waktu praktikum di pelajaran Biologi!” Sejurus kemudian dia pun balas, “Iya deh kK, thanks!”

Terserah deh bagaimana anda menyikapinya. Yang jelas sih saya pengin share. Dan deskripsi diatas gak cuma sekedar cerita boong. Beberapa hari yang lalu saya benar mengalaminya. Why? Saya sungguh gak mengerti dengan jalan pikiran remaja2 saat ini. Apa yang salah coba? Orang tua yang sibuk sehingga mereka tidak punya waktu untuk mengawasi perilaku anak2nya? System pengajaran di sekolah yang tidak terbuka dan masih menganggap tabu soal “sex education”? Anak2 yang salah bergaul? Atau minimnya remaja sekarang dibekali oleh pendidikan keagamaan?

Saya pikir tidak juga! Lantas, apa penyebabnya?

Saya pikir hal ini masalah yang krusial sebenarnya. Tak kalah penting dari lumpur lapindo, IPDN, reshufle kabinet jilid 2….. !? Teman… saya menunggu F/B nya.

selamat datang!

Photo Flipbook Slideshow Maker

Google Translate

Banners


Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Arsip

my pagerank

Powered by  MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net

Statistik Blog

  • 32,714 kali dikunjungi

 

Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031