Celetukan Bonaga dan Naga Bonar dalam sekuel film Naga Bonar ini memang sangat brilliant, inspiratif dan begitu percaya dirinya. Kata-kata jenius saya bilang, “APA KATA DUNIA..??” celetuknya. Lalu, apa hubungannya dengan postingan ini? Terus terang saya sengaja hendak mengadopsi semangat dari kata-kata itu dalam postingan ini. Postingan yang semoga aja aja bisa menginspirasi, lebih-lebih karena saya sedang ingin membicarakan kesuksesan dan kehebatan orang-orang yang saya kenal semenjak saya berasyik masyuk dengan dunia blogosphere ini. Bahkan tanpa harus berkata-kata pun, jika kita terkagum-kagum atas kehebatan atas kiprahnya dalam dunia yang sedang dipacarinya, kita seperti sedang mendengar mereka nyeletuk dengan bangga, Iya dong… Apa Kata Dunia ??! Dan bagi seseorang yang mempunyai pola pikir yang positif dan senantiasa ingin maju, seumpama benar mereka bilang dengan jumawanya seperti itu, pasti kita akan meresponnya secara positif pula. Bukan terus kita artikan sebagai sebuah kesombongan dan keangkuhan tapi lebih-lebih sebagai lecutan, bahwa kita bisa berkarya juga dan mampu seperti mereka bahkan jauh melampaui mereka. Begitulah kira-kira esensinya….
Terkadang kita terlalu jauh mencari perspektif, padahal yang dekat-dekat aja, seseorang yang kita kenal bisa kita jadikan inspirasi. Jadi kenapa kita mesti susah payah keluar masuk toko buku untuk sekedar bisa membaca kisah hidup seseorang yang nggak kita kenal? Padahal blog mereka-mereka ini, web milik bapak/ibu ini bisa menjadi refferensi. Kita bisa tau kiprah mereka, segala perjuangannya dan bisa belajar atas sukses yang sudah menjadi milik mereka. Bukankah kita juga pengin bisa ikut-ikutan bilang, seperti saya juga pengin bisa nyeletuk dengan bangganya, “Apa Kata Dunia?” Apakah kita tidak ingin kesuksesan itu menjadi milik kita? Apalagi tinggal beberapa hari lagi kita akan merayakan moment yang paling sakral bagi seluruh rakyat Indonesia, Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia? Tentu pertanyaan paling besar buat diri kita masing-masing adalah apakah kita sudah mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya, dengan memberikan karya nyata demi kemajuan dan kejayaan bangsa dan negeri kita tercinta?
Berikut mungkin contoh beberapa orang hebat yang saya sebutkan itu. Saya yakin mereka akan protes disebut-sebut sebagai orang sukses. Jadi mohon maaf sebelumnya jika saya sudah memvonis demikian. He he… Karena apa, terkadang karena sudah kadung frennya, kita lupa untuk sekedar melihat kehebatan mereka dari sisi yang lain, bagaimana mereka berkarya yang akan memotivasi diri kita sendiri agar lebih maju selain hanya sebagai teman sharing dan blogwalking. Karena bukankah kegiatan ngeblog minimal bisa memberikan nilai positif buat diri kita sendiri seperti mengadopsi kata-kata mas Luigi dalam salah satu surat elektroniknya kepada saya, semuanya ini ditujukan sebagai pembuka cakrawala baik pemahaman dan pola-berpikir kita semua, agar dapat melihat kesempatan dan menyambut tantangan global kedepan seiring dengan meningkatnya mobilitas dan cakup geografis sepak-terjang anak bangsa. Dan mereka inilah contoh anak bangsa itu yang dengan sepak terjangnya telah berhasil mewarnai dan mengisi alam kemerdekaan itu dengan berkarya.
Lalu, siapakah mereka…???
Ibu dua anak yang murah senyum ini tentunya semua juga tahu. Ibu Evy, seorang dokter gigi, seleb blog merangkap specialis Bedah Mulut dan Maxillofacial yang sukses menjalankan program Berbagi Senyum nya. Sebuah program peduli terhadap penderita bibir sumbing yang kurang mampu di negeri ini. Sudah sepantasnyalah kita kagum atas kepeduliannya dan kapabilitasnya menjalankan profesinya bukan sekedar kecanduan kita atas postingannya yang kritis, lugas, dan seringkali ceplas-ceplos. Pastinya dalam hati pernah kita mbatin, busyet deh ini Bu Dokter, hebat banget sumpah! Yang benar setelah itu harusnya muncul pertanyaan dalam diri, nggak bisa kah saya seperti dia?
Mbak yang baru saya kenal ini ternyata seorang Engineer di salah satu perusahaan Oil & Gas yang sementara ini bermukim di Angola. Jujur saya ngiri dengan sebutan Engineer yang disandang mbak Nadia Febina ini apalagi dia seorang perempuan. Maaf bukan sedang mempersoalkan masalah gender tapi lebih-lebih saya kagum terhadap wanita-wanita masa kini yang nggak mau kalah dengan laki-laki. Ibu Kita Kartini tentunya saat ini sedang tersenyum di alam sana karena usahanya memperjuangkan Hak Emansipasi Wanita nggak sia-sia.
Bapak low profile yang sering berpindah-pindah tugas dan terakhir bermukim di Madiun ini tentu bagi siapapun yang melihatnya akan langsung menebak keberhasilan karier juga kehidupannya. Sampai saat ini terus terang saya belum bisa menebak Pak Erander ini bekerja di mana dan berkiprah dalam bidang apa. Namun jika membaca tentang beliau dalam “Aku” di Weblognya, yang semuanya menggambarkan kehidupan spiritualnya tentunya Pak Erander ini sudah masuk dalam tingkatan Comfort Zone. Karena salah satu parameter keberhasilan seseorang yang paling mudah adalah dengan melihat bagaimana tingkat kekusyukan hubungan vertikalnya.
Saat ini mas Luigi ini sedang bekerja mendukung misi PBB di Liberia dari segi procurement & contracting expert, dimana beliau banyak berurusan perihal tender, kontrak dan pembelanjaan yang diperuntukan untuk mendukung kebutuhan barang dan jasa keperluan operasional misi. Sebelumnya mas Luigi ini mendukung dalam kapasitas fungsi yang sama pada misi pemeriksaan senjata PBB di Irak tahun 2003. 3 tahun lebih berada di Liberia tentunya wajar jika mas Luigi ini seringkali teramat kangen kepada Abigail dan si Idung peseknya. Sungguh, benar-benar Good Job yang mulia. Siapa yang akan menyusul?
Dokter satu ini lebih senang dipanggil Cak dan seringkali protes jika di panggil Dok. Kayak baru kenal aja komentarnya…. Tujuan ngeblog buat Cak Moki ini adalah untuk mensosialisasikan supaya bidang kedokteran tidak lagi menjadi sesuatu yang “menakutkan” dan terjalin komunikasi yang baik dengan banyak pihak. Soal kesuksesan tentunya kita tak perlu meragukan, iya nggak?
Dari semuanya, ada seseorang dengan profesinya yang sebenarnya telah sangat berjasa sehingga Bu Dokter Gigi Evy itu ada, Mbak Febina menjadi Engineer sehingga punya kesempatan melanglang buana ke Angola, Tokyo, London dan kota-kota lain di belahan bumi ini, Pak Erander tampak sangat gagah dengan dasinya, Cak Moki punya kerendahan hati sehingga enggan dipanggil Dok dan masih banyak lagi rekan-rekan kita lainnya yang sukses berkiprah sesuai bidang dan kemampuannya. Seseorang itu tak lain adalah Pak Guru Deking dan Oemar-Oemar Bakrie lainnya. Maafkan jika kami dulu nakal, suka melawan, suka membolos sehingga kena hukuman dan harus berdiri di depan kelas dengan satu kaki dan kedua tangan memegang telinga. Saat ini kami benar-benar mengerti kenapa kalian disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Terima kasih Pak Guru… !! Sayang saya tidak bisa menayangkan tampilan gantengnya karena di weblognya tidak saya temukan satu jejak wajah pun yang bisa saya comot.
Sebenarnya masih banyak orang-orang hebat lagi lainnya yang layak tayang dan bisa saya catut di sini, tapi biar gak norak tampilan postingan ini… saya cukupkan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu di atas saja. Saya pikir mereka semua sudah mewakili figur-figur orang hebat yang menginspirasi di dunia blogosphere ini. Inti sesungguhnya, mudah-mudahan seperti apa yang sedang saya rasakan dan ingin saya tanamkan dalam diri adalah sama seperti mungkin yang akan teman-teman rasakan, sudah saatnya kita harus belajar dan mencoba untuk bisa mengapresiasi secara sportif keberhasilan dan kelebihan orang lain bukan malah sibuk dan asyik mengobok-obok kelemahan orang lain yang tentunya wajar jika selamanya kita akan menjadi manusia yang kerdil dan susah untuk maju. Kita harus percaya bahwa kita juga bisa karena orang lain pun bisa. Jadi mari kita berkarya menurut apa yang kita bisa, terus belajar dan berusaha lebih baik waktu ke waktu, karena….. kompetisi itu nggak ada matinya. Selanjutnya, “Apa kata dunia?” seloroh kita dengan bangga.
Dirgahayu Negara Republik Indonesia yang ke 62… Merdeka!!












17 comments
Comments feed for this article
Agustus 13, 2007 pada 4:44 pm
kampret nyasar!
Dear Herdy,
Nuhun pisan buat ulasan-nya, semoga apa yang kita bisa bagi, pengalaman dan cerita2 selama penugasan bisa bermanfaat. Salam hangat dari afrika barat!
Agustus 13, 2007 pada 5:16 pm
undercover
To Luigi
Hatur nuhun pisan juga mas. Eya, bade naros sakedik mas, abdi enteu tiasa share comment tinu web mas, kumaha ya?
Agustus 14, 2007 pada 2:12 pm
deKing
Ah tiba2 saya teringat nasehat guru saya dulu….
“Jangan pernah meremehkan hal2 yang kecil, karena ketika kita berjalan saja kita akan lebih mudah tersandung batu yang kecil daripada gedung bertingkat”
Mmmmm…iya ya seringkali kita melupakan hal2 yg dekat dengan kita
BTW maaf saya memang tidak menampilkan foto
Agustus 15, 2007 pada 1:13 am
erander
Ga jadi protes ..
*Sambil nyanyikan lagu-nya Serius Band : ” Saya juga manusia, punya rasa punya hati ..”*
Agustus 15, 2007 pada 11:05 am
undercover
To mas Deking
Iya mas, kita itu terkadang jlimet… termasuk dalam hal mencari perspektif.
To pak Erander
Jgn protes lah pak, ini kan sekedar apresiasi aja, bisa dibilang ini penghargaan dari saya sebagai teman.
Agustus 15, 2007 pada 12:19 pm
anas
Wow, jadi mikir nih, kenapa mals, ayo bangkit !!
Agustus 16, 2007 pada 1:08 am
Rony
Dear Brurr,
Salam Sukses….
Agustus 16, 2007 pada 1:11 am
Rony
Dear Brurr,
Salam Sukses….
tingkatkan terus karyamu
Agustus 16, 2007 pada 3:13 am
Pitoy
Brur….brur….brur…. apa KAta Semarang ????
Agustus 16, 2007 pada 9:52 am
erander
Hehehe .. kan saya ga jadi protes?
Thanks atas apresiasinya buat saya. Hal ini justru menjadi cambuk buat saya untuk terus berbuat baik. Tolong ingatkan kalau saya keluar jalur ya.
Agustus 16, 2007 pada 12:10 pm
undercover
To Rony,
Thanks bang, sukses juga buat bang Rony
To Pitoy,
Web nya kok dibikin suwung boZz, ntar jadi rumah gendruwo lho, he. Kapan turun gunung boZz.. ngapain juga di satui mulu… Apa kata dunia nanti?
To pak Erander,
Waduh malah kebalik-balik pak… harusnya bapak yang ingatkan kami yang lebih muda kalo-kalo keblinger, he. Iya deh pak, kita saling mengingatkan
Agustus 16, 2007 pada 12:15 pm
undercover
To mas Anas,
Sorry mas kelewatan, iya mas ayo pada introspeksi, kenapa kita kok gini-gini aj, apa yang salah coba? He..
Agustus 17, 2007 pada 4:02 pm
erander
Iya deh .. saya ingatkan .. sudah ketemu belum sama teman saya yang pernah di Altrak 78 juga? [OOT] ..
Her .. kalau kita kok gini2 aja itu berarti belum introspeksi .. karena kalo orang yang benar2 sudah introspeksi, biasanya berubah koq. Mungkin ketika introspeksi .. kita kemudian berpikir untuk tetap bertahan.
Agustus 17, 2007 pada 4:33 pm
undercover
To pak Erander
He he he… lha ini baru mo introspeksi pak. Semoga aja bisa berubah segalanya. Satu-satu juga gak apa2 ding. Mumpung momentnya pas, he.
Belum pak, bapak gak tinggalin identitas temennya c, gimana saya mo ketemu? Nuwun sewu, pak Erander ngasto teng pundi tho?
Agustus 19, 2007 pada 4:19 am
sibermedik
apa kata dunia!!! kok sibermedik gak masuk he…5x
Salam kenal…visit blogku jg ya…
Btw. 62 tahun kok malah nambah hutang ya??
Agustus 19, 2007 pada 7:35 am
muthe
cool, emang kita ini kurang bisa menghargai keberhasilan orang2 di sekitar kita meskipun sedikit dan kecil. btw, thanks udah mampir di blog saya. foto laut dan gunungnya itu kueeren sekaleee…hwhehehe
Agustus 19, 2007 pada 11:17 am
undercover
To Sibermedik
Maaf, figur2 dlm tulisan di atas sengaja saya pilih random. Ukurannya bukan pantas atau tidak pantas. Karena terus terang sangat susah buat saya memilih yang terbaik diantara yang terbaik. Karena semuanya terbaik….
Pasti saya akan jalan2 ke blog Sibermedik, dengan ini saya juga minta ijin buat nge add blognya.
Soal hutang, asal bisa ngembaliinnya aja, he.
To Muthe
Iya mba, betul! Jika hidup ini ibarat sekolah, keberhasilan mereka2 itulah guru buat kita sebenarnya jika mau belajar. Hanya saja, kekurangan kita itu adalah selalu menganggap diri kita sendiri paling hebat. Sehingga kita enggan untuk belajar dan sering menyepelekan orang lain.
Thanks ya atas kunjungan balesannya, iya.. foto laut dan gunungnya saya ambil di deket2 sini aja, termasuk cagar alam laut yang dilindungi. Karena didasar lautnya banyak biota2 laut yang aneh2 n gak ada duanya di laut belahan bumi manapun. Blognya saya add ya..