Buat wanita, hati-hati dengan rayuan

 pacaran euy..

Lama saya tidak menulis, entah kenapa tiba-tiba saya tergelitik dengan comment yang ditulis oleh seseorang pada tulisan saya yang ini, mungkin ada baiknya jika komentar mba yang satu ini sengaja saya tayangkan di sini. Berikut bunyi komentarnya yang saya anggap bukan sebuah komentar lagi, melainkan sebuah pengaduan… yah, mba yang satu ini ingin kita semua tahu, betapa sakit hatinya ketika dia ditinggalkan, padahal sesuatu yang paling berharga miliknya telah direnggut dan tak akan mungkin akan kembali. 

Queen | k****ars@yahoo.com | IP: 202.**.**.*7

Aku pernah mengalaminya..
Awalnya kekasihku memaksa aku untuk melakukannya. Dia hanya mengatakan tidak ingin kehilangan. Seribu alasan meyakinkan aku untuk menjadikan aku pelampiasan nafsunya semata. Aku pernah mengalami ketakutan. Bukan karena hamil, bahkan aku berharap aku bisa hamil, agar dia benar-benar bertanggung jawab. Aku siap menjalani apapun untuk hidup dengannya. Tapi Tuhan berkehendak lain… Dan apa yang aku takutkan terjadi. Dia pergi, meninggalkan aku semudah membalikkan telapak tangan. Meski aib ini sudah jadi masalah besar di keluargaku, dia tetap tidak mau bertanggung jawab. Bahkan pihak keluarganyapun tidak peduli. Tinggal cerita mengenai aku yang murahan

Des 2, 2:20 AM — [ Ubah | Hapus | Tak disetujui | Setuju | SPAM ] — Free Sex, why?

Bagaimana saya tau bahwa si penulis komentar ini adalah benar-benar seorang wanita? Sedang dia tidak menyertakan link pada nama di komentarnya. Bisa saja dia seorang pria yang iseng meninggalkan komentar dan memakai nama yang akan kita asumsikan sebagai seorang wanita “Queen”. Sebelumnya saya juga berpikir seperti itu, namun sekarang bagi saya apakah kejadian yang dialami mba ini actual atau sebuah cerita fiktif belaka, sungguh saya tergelitik untuk mengangkatnya. Karena sungguh kejadian ini sesuatu yang sangat sering kita temui dan menjadi hal yang lazim dalam keseharian kita.

Hanya berbekal alamat email yang ditinggalkan mba ini dalam komentarnya yang bisa saya lihat di wp-admin saya untuk menelusuri keberadaan mba ini, sampai saya menemukan alamat friendster nya.

  • Schools (Other):

    (200*) Bisnis Internasional - **** Universitas **********, (200*) Universitas ********** ** - Jurusan Arsitektur 200*

  • Occupation:

    hehehe…ada aja!

  • Hobbies and Interests:

    **********************************

  • Favorite Books:

    Robert T Kiyosaki’s books

  • Favorite Movies:

    **********************************

  • Favorite Music:

    **********************************

  • Favorite TV Shows:

    apa yaaaaaaaaah?

  • About Me:

          **********************************

  • Who I Want to Meet:

    **********************************

Yah, begitulah profil yang bisa saya lihat dalam friendster nya. Sengaja saya matikan semua link dalam profil untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Karena saya curiga, banyak teman blogger yang jauh lebih canggih ketimbang saya, he..

Pesan, yah pesan yang terkandung dalam komentar mba ini yang sebenarnya ingin saya sampaikan. Penyesalan, gak akan berguna sedikitpun. Seumur hidup beban kesalahannya akan terus ditanggung oleh wanita-wanita korban rayuan laki-laki tak bertanggung jawab seperti yang mba ini bilang. Jadi bagi siapa saja yang mungkin sedang melakukannya karena suka sama suka, tetap ingat bahwa wanita pihak yang dirugikan. Seperti juga yang mba ini bilang, aku pernah mengalami ketakutan, bukan karena hamil, bahkan aku berharap aku bisa hamil, agar dia benar-benar bertanggung jawab, aku siap menjalani apapun untuk hidup dengannya. Dan apa yang aku takutkan terjadi, dia pergi… meninggalkan aku semudah membalikkan telapak tangan. Nah lho… !!

Satu lagi, mungkin jika mba ini benar-benar hamil karena buah percintaannya yang membabi-buta, resiko yang paling besar terjadi tentu kehilangan masa depannya. Tentu, Bisnis Internasional & Jurusan Arsitektur pastinya hanya akan tinggal mimpi saja. Ironis kan?

14 Tanggapan ke “Buat wanita, hati-hati dengan rayuan”


  1. 1 Ersis W. Abbas Desember 17, 2007 pukul 3:02 am

    Ya hati-hati … kalau itu tidak fiktif, ya kasihan.

  2. 2 LieZMaya Desember 17, 2007 pukul 8:48 am

    ya emang sih kalo syetan dah ada diantara 2 insan yang sedang buta *red pastinya agak susah untuk memanggil sang malaikat yang bisa ngingetin hehe.
    sangat setuju dengan Perkataan mas Herdy bahwasannya “Penyesalan, gak akan berguna sedikitpun. Seumur hidup beban kesalahannya akan terus ditanggung oleh wanita-wanita korban rayuan laki-laki tak bertanggung jawab”. itulah tujuannya aturan agama yang terkadang dirasa ribet & hanya berisik.

    Tapi pikirkanlah wahai para Kaum Hawa *termasuk saya sendiri, Coba pikirkanlah segalanya dengan matang sebelum menyesal dikemudian hari. Sungguh disayangkan kalau masa depan kita hanya ditukar dengan kenikatan yang hanya berujung pada jurang hitam seumur hidup bahkan sampai diperhitungan hari kelak dihadapan-Nya.

    Maaf kalau sekiranya ada yang salah :)

  3. 3 cewektulen Desember 17, 2007 pukul 11:36 am

    itulah pentingnya belajar dari kesalahan orang laen…

  4. 4 extremusmilitis Desember 18, 2007 pukul 9:38 am

    Wah akhir-nya update juga, ngerubah tampilan, sekaligus dengan nafas yang baru seperti-nya Herd? ;)
    Klise ya Herd? Aku juga setuju kalau penyesalan itu selalu datang ter-lambat :roll:
    Jadi lebih baik men-cegah daripada mengobati. Bukan begitu bro? ;)

  5. 5 erander Desember 20, 2007 pukul 1:42 am

    Bagaimana saya tau bahwa si penulis komentar ini adalah benar-benar seorang wanita?

    Wah .. kalo itu bukan wanita?? masa sih pria?? apa ada pria diperkosa :mrgreen:

    Apapun .. inti dari cerita tersebut di atas adalah cinta dan napsu itu batasannya ama tipis dan mudah robek. Ketika atas nama cinta, melampiaskan napsu durjana .. maka perbedaan itu terkoyakan.

    Oleh karena itu .. di dalam agama, kita diajarkan untuk menghormati perkawinan atas nama cinta. Agar cinta tak terkontaminasi dengan napsu. Biarlah napsu ada diluar sana. Jika napsu terus bergejolak .. banyak cara penyalurannya. Ada tempat yang khusus buat itu.

    Sedih sekali .. atas nama cinta .. cinta harus menyerah dengan napsu. Seperti malaikat menyerah dengan setan.

  6. 6 edratna Desember 20, 2007 pukul 2:17 am

    Walau mungkin bukan cewek, tapi kejadian seperti itu banyak terjadi. Bukankan memang wanita harus menjaga diri? Dan juga suatu rumah tangga keberhasilannya ditentukan oleh wanita, yang sholeh, tidak penuntut, yang membuat damai.

    Jadi, sebelum sah, memang seharusnya tak bermain-main dengan janji….apalagi cuma janji berdua yang tak ada saksi, dan tidak sah…

  7. 7 anas Desember 21, 2007 pukul 3:12 am

    Ya itulah dampak dari kita yang menyepelekan aturan agama ini, menahan nafsu dan menjaga pandangan dianggap sebagai hal yang kolot dan tidak modern. Banyak orang berpikir bahwa pergaulan antar jenis itu biasa saja asal bisa menjaga.
    Bisa menjaga ? dari apa ? Apakah mereka pikir mereka bisa mengendalikan napsu mereka yang kadang menggelegak begitu kencangnya, masih dengan diboncengi dengan bisikan setan lagi ?

  8. 8 extremusmilitis Desember 30, 2007 pukul 3:32 pm

    Met Tahun Baru 2008
    Wish You All The Best And Success
    Salam Militis!!! :mrgreen:

  9. 9 ridhocyber Januari 1, 2008 pukul 10:17 am

    semua gak akan terjadi kalo gak sama sama menginginkannya..
    kenapa semua wanita berteriak , kalo dia adalah korban…
    padahal tanpa sadar dia lah pemicunya

  10. 10 Zee Januari 3, 2008 pukul 1:47 am

    Gw agak sependapat dgn ridhocyber..
    Wanita tdk boleh bilang dia korban klo ternyata dia melakukan itu dgn kesadaran (masa iya dia g sadar wkt berbuat siy…).
    Dan wanita sendiri memang selalu berharap lebih dr pasangan, selalu meyakinkin diri sendiri bhw cowoknya tdk akan meninggalkan dia (walau dlm hati kecil, sbnrnya dia tahu kemungkinan besar dia akan ditinggalkan).

    Tapi ini bs jadi pengalaman berharga utk orang lain.

  11. 11 stey Januari 3, 2008 pukul 4:29 pm

    wanita..sampai kapan pun selalu jadi pihak yg guilty..apa krn wanita terlalu bodoh?berikan pendidikan,berikan karir yg mulus,berikan wajah yg cantik toh tetep aja jatuh ke jurang kebodohan..

  12. 12 dian Januari 3, 2008 pukul 6:11 pm

    laen kali pake kondom

  13. 13 fauzansigma Januari 7, 2008 pukul 9:12 pm

    komen terakhir punta dian: “lain kali pake kondom”
    realistis..
    tapi juga anarkis..
    kalau tidak mau resiko ya jangan bermain api
    buat wanita terutama..

  14. 14 Juliach Januari 25, 2008 pukul 1:04 pm

    Aduh kasihan, di Indonesia banyak wanita menangis meminta-minta pertanggungjawaban sang pria. Ujung-ujungnya semua orang menunjuk wanitalah si korban rayuan lelaki gombal, atau ah wanita itu bodoh amat tidak berpikir jauh ke depan …

    Aku sebagai ibu single parent yg mempunyai anak tanpa menikah karena aku yang mau. Aku bangga bisa membesarkan anak-anakku sendiri. Mereka itu anakku, tidak ada pria yg bisa mengaku-ngaku tanpa persetujuanku. Semua yang aku cita-citakan selaku terwujud. Aku tidak pernah merasa menjadi korban.

    Wahai, para wanita: berdirilah dengan kakimu sendiri dan tetap tegar. Jika hal itu terjadi janganlah patah hati. Besarkan anak itu dengan kasih sayang. Lupakan pria yang tidak bertanggung jawab. Anda masih punya masah depan yang cerah.

Tinggalkan Balasan




Kategori

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Statistik

  • 15,852 kunjungan pengibul

Flickr Photos

Rena saskia meca

2 pay

More Photos