Poligami, “sebuah pilihan bertanggungjawab ??”

Poliandri? Audzubillahimindzalik, gak boleh itu. Trus apa dong yang boleh? Mungkin lebih seru ngomongin poligami aja ya? Seperti artikel dan debat kusir yang bisa kita saksikan -> di sini  <-, udah basi sih tapi lumayan buat stimulant biar lebih semangat membaca tulisan ini. He..  

berbagi-suami.jpg  

Pic. di comot tanpa ijin dari sini         

Tapi betulkah poligami itu (dalam hal ini poligini) adalah hal yang basi? Bukankah hingga saat ini permasalahan tersebut tetap menjadi isu yang kontroversial, apalagi jika kedapatan ada tokoh masyarakat, publik figur, pejabat politik dll  yang melakukannya. Lantas, seperti apakah seharusnya kita menyikapi permasalahan ini? Jika kenyataannya tidak pernah ada pihak-pihak terkait yang berani menetapkan poligami dalam batasan yang jelas seperti apa, kecuali PP No 10/1983–tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil.

Jika dalam perkembangannya bahkan sejak mula isu itu terus menjadi polemik yang tak berkesudahan karena adanya dualisme yang mengiyakan dan mengecam dimana ada beberapa agama yang memperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu dan yang menentang adalah yang menyebut tindakan poligami melanggar batas-batas kemanusian, tentunya peran serta pemerintah sangat dominan bisa menyelesaikan persoalan ini. Misal dengan tegas menyebutkan poligami itu termasuk tindakan kriminal berat dan membuatkan perundang-undangannya. Selesai sudah, bukankah negeri ini bukan negara agama dan tunduk kepada paham agama-agama tertentu? Apalagi ada kecenderungan masyarakat banyak yang sudah  mengabaikan dan tidak takut kepada neraka, siksaan-siksaan di akhirat yang dikampanyekan oleh agama, sangsi-sangsi sosial dibanding kepada penjara, bogem mentah polisi saat interogasi, dll. Tentu hal itu akan menyurutkan kaum adam untuk nekat berpoligami.

Itu satu hal jika kita semua sepakat bahwa berpoligami akan banyak memberikan kemudharatan ketimbang manfaat, namun jika memang kita menghendaki bahwa berpoligami merupakan pilihan sosial dan hak juga kebutuhan  setiap pria, seperti yang diungkapkan oleh Presiden Masyarakat Poligami Indonesia Puspo Wardoyo dalam Topik Minggu Ini bertajuk “Poligami, Siapa Takut?” di Studio SCTV, Rabu (6/12), tentunya kita juga harus berlapang dada dan menerima kenyataan jika ada siapapun yang melakukannya.

Lepas dari persoalan agama, apakah benar berpoligami itu sebuah pilihan yang bertanggung jawab? Tentunya tetap dalam tanda kutip… bahwa bertanggung jawab disini adalah sebuah kompensasi atas ekses-ekses yang akan terjadi jika seorang pria sudah tak terbendung lagi keinginannya dan dilarang, sehingga terhindar dari penyimpangan sexsual, perzinahan, penyakit menular sexsual, tidak menghormati harkat dan martabat perempuan dengan jajan dipinggir jalan, degradasi moral, perceraian yang sedikit banyak akan mengakibatkan penderitaan moril juga materiil bagi anak-anak korban perceraian, dll.

Lalu, bagaimana dengan data statistik yang ini, apakah nantinya dengan semakin banyaknya jumlah perempuan dibanding laki-laki, berpoligami itu akan mengarah kepada korelasinya? Jika sekarang tingkat urgensinya belum seberapa, entah suatu saat kapan yang kita sendiri juga tidak tahu, apakah poligami akan sampai kepada titik kulminasi urgensinya, “mengingat Perempuan juga berhak memiliki suami” kata Puspo. “Dan perempuan bersuami lebih mulia dibanding perempuan yang menyendiri sepanjang hidupnya”, ungkap Yoyoh dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang tidak keberatan suaminya berpoligami. Sehingga akan menjadi masuk akal jika ada beberapa agama yang memang memperbolehkan umatnya untuk berpoligami meski dengan syarat-syarat tertentu. Tentunya waktu yang akan menjawab semuanya bukan?

Dan pastinya anda harus hidup seribu tahun lagi dan saya perlu hidup seribu tahun lagi juga untuk menuliskan korelasinya dengan membuat postingan tentang poligami lagi.

Jangan terlalu serius bos… he he.

16 Tanggapan ke “Poligami, “sebuah pilihan bertanggungjawab ??””


  1. 1 rickisaputra Januari 10, 2008 pukul 8:18 am

    kalau ada yang nanya ke saya, “Apa benar Islam mengijinkan poligami?”… saya akan jawab:
    “Iyah.. Boleh.. Asalkan PRIA itu sudah bisa seperti Rasulullah SAW. Bagaimana perilaku dan pribadi Muhammad SAW?? silahkan telaah masing-masing.. :)

    daripada saya harus jawab dengan penjelasan ini itu.. :D

  2. 2 rickisaputra Januari 10, 2008 pukul 8:19 am

    wuah.. pertamax ternyata.. :mrgreen:

  3. 3 awan sundiawan Januari 10, 2008 pukul 10:16 am

    Kata teman saya yang sudah poligami “Daripada berbuat zinah, mendingan poligami”, kata saya “terserah deh..” Salam kenal. :D

  4. 4 erander Januari 10, 2008 pukul 1:20 pm

    Judulnya bagus Her .. ga ngelarang poligami asal dilakukan secara bertanggung jawab .. cool. Karena .. percuma juga dilarang oleh UU kalo keyakinan memperbolehkan untuk itu. Bukankah keyakinan adalah hak asasi manusia??

    Btw .. photo di header mu lagi rame2 dirumah ya?? pas lebaran kemaren??

  5. 5 fira Januari 10, 2008 pukul 2:59 pm

    Ass,poligami??? no comment ah…ada yang suka ada yang tidak,tapi kebanyakan yang tidak adalah kaum hawa/ibu-ibu. Segitu aja kali… Wassalam.

  6. 6 aRuL Januari 10, 2008 pukul 8:03 pm

    Kalo saya sesuai tuntunan Alquran surat 3 ayat 4, sudah jelas menjelaskan tentang poligami :)
    wekz udah lama ngak ke sini, sempat tutup yah blognya ini?

  7. 7 fauzansigma Januari 10, 2008 pukul 10:35 pm

    klo umat islam berpoligami krn menlihat tauladan rasulullah yg beristrikan 9 perempuan cantik smua..
    ya kembalikan dlu pada subjeknya..
    rasulullah..
    humm, sy yakin rasulullah tetep menomorsatukan khatijah..(hihi, iya gak sih)
    yg jelas klo wanita smua menuntut keadilan dlm poligami, hal itu sgt bisa…
    bisa dijwab dengan “waa, yg Maha Adil kan cuma Allah, sy kan nikahin dia gara2 dia mau sy nikahin jd istri kedua” jadi ya nomer dua..
    itu kasuistik sih,,subjektif banget klo sy pikir

  8. 8 Sayap KU Januari 11, 2008 pukul 1:25 am

    Poligami? Duh.. sanggup gak yah.

    -Ade-

  9. 9 extremusmilitis Januari 14, 2008 pukul 2:23 am

    Apa-pun cerita-nya Poligami gak ada bagus-bagus-nya, dan sebaik-nya jangan ampe kita laku-in Herd. Banyak yang akan sedih, banyak yang akan merasa ter-sakiti. ;)

  10. 10 cewektulen Januari 14, 2008 pukul 11:20 am

    pada dasarnya boleh…tapi harus bertanggung jawab dan benar..jadi g perlu dilarang2 lah…. :p

  11. 11 de Januari 15, 2008 pukul 10:24 pm

    amit-amit mugo2 bojoku ndak kepikiran ke situ.

  12. 12 LieZMaya Januari 16, 2008 pukul 1:21 am

    hahhhhhhhh *ngambil nafas panjang
    duh dah capek dan bosen bahas itu terus dari zaman kemeren2 hehe
    angkat tangan ajah ah, nyari kipas…kok agak panas ya :P

  13. 13 imcw Januari 17, 2008 pukul 2:27 am

    Kalo memang dibolehkan dan berdasarkan naluri seorang laki lagi, hampir semua lelaki normal akan senang memiliki pasangan lebih dari satu.

  14. 14 endang Januari 17, 2008 pukul 3:10 am

    halo mas…..poligami ? ah…..bisa2nya orang laki aja tuh……
    eh mas……itu yg tulisan ” penyimpangan seksual “, kok linknya saya kenal…..emang dia melakukan penyimpangan seksual ya?

  15. 15 lei Februari 4, 2008 pukul 4:19 am

    wah, gw sih cuma bisa berharap ga pernah smp perlu membina keluarga yg berpoligami..namun meskipun ternyata terkondisi utk begitu, smg gw dalam kondisi mengerti sepenuhnya dan bisa menerima atau besar hati utk pergi.

    setia kelakuan mngkn bisa dipaksakan, tp kl hati dan cinta pasangan kan kl mau jujur toh bukan hak kita.. :D yah smg aja gw dan swami saling cinta terus smp maut memisahkan.. njieeee….

  1. 1 Istri kedua » Jimmy Sun Lacak balik pada Januari 17, 2008 pukul 3:01 pm

Tinggalkan Balasan




Kategori

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Statistik

  • 15,852 kunjungan pengibul

Flickr Photos

Rena saskia meca

2 pay

More Photos