Benarkah angan itu bisa mempengaruhi tingkah laku kita dalam menyikapi hidup ini? Bisa menjadi pemicu baik-buruk jalan yang kita akan kita tempuh, bijak-gak bijak yang akan kita lakukan ketika menemui batu ditengah jalan, cenderung hati-hati atau main tabrak sana tabrak sini demi memperoleh sesuatu…. Bahkan akan menjadi seperti apa hidup kita di masa sekarang bisa tergambar dengan mengetahui bagaimana angan kita sebelum ini.
Lantas angan seperti apa yang ternyata paling memberikan kontribusi yang terbaik dalam hidup ini? Angan tinggi atau angan sederhana? Atau kita apatis saja, tidak usahlah kita mempunyai angan-angan jika ternyata itu membuat sulit diri sendiri? Sehingga pantas ada ungkapan mati segan hidup tak mau atau sudah mati sebelum waktunya. Sebenarnya ini bukan keadaan yang mengharuskan kita untuk memilih meski dalam awal saya menulis ini banyak sekali saya tampilkan banyak kalimat pertanyaan. Karena angan itu sebuah sikap menurut saya. Bisa berlaku selayaknya nyawa kedua yang akan memaksa keluar energi negatif dalam rongga dada sehingga akan memberi banyak ruang bagi energi positif yang akan menjadi percikan api semangat buat seseorang dalam menjalani rutinitas pagi-siang-malam dan sikap yang salah akan membuat sebaliknya membuat CO2 banyak terhirup dan membuat sesak rongga dada.
Jika sebuah angan itu adalah sikap, ternyata bukan angan tinggi yang membuat hidup kita itu menjadi tidak nyaman serasa kita sedang diburu-buru oleh sesuatu atau malah mengkambing hitam tingkat kesulitan jika kita tidak puas dengan apa yang kita peroleh dalam jangka waktu tertentu. Bukan juga angan sederhana yang menghambat kita untuk meraih kesuksesan. Karena angan tinggi dan angan sederhana itu hanyalah nyawa kedua yang sama-sama berisi semangat, hanya beda out put sudut pandang saja bagaimana seseorang menginginkan puncak kehidupan yang diinginkan dengan jalan dan pemikirannya.
Ada sahabat saya diwaktu lalu dan sekarang pun tetap menjadi sahabat saya bahkan bisa dibilang sudah seperti saudara. Dia salah satu yang mempunyai pemikiran sederhana dengan angan yang sederhana pula tapi tetap saja memiliki energi positif meski dengan segala keterbatasannya. Baginya kelak bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik daripada kehidupan yang diberikan orang tuanya sudah lebih dari cukup membuatnya merasa berhasil dan berarti. Berawal dengan angan sederhana ingin mempunyai bengkel las kecil-kecilan dia memutuskan mengikuti pelatihan di BLK selepas lulus SMP karena sadar untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi adalah beban buat orang tuanya dan jika dipaksakan juga paling tinggi hanya bisa sekolah setingkat SMA dan belum tentu setelah itu akan bisa memperoleh pekerjaan yang diinginkan.
Singkat cerita dari bermodal sertifikat beberapa bulan mengikuti pelatihan dia sudah bisa melamar di kawasan Lingkungan Industri Kecil didaerah saya. Berpindah-pindah tempat pekerjaan dari proyek dan lain-lain *capek saya nyritain secara detil* sampai akhirnya teman saya itu bisa membuka bengkel las kecil-kecilan sendiri. Dari kecil-kecilan akhirnya sekarang sukses mempunyai beberapa bengkel las sekaligus. Ternyata meski dengan angan sederhana teman saya itu tak hanya bisa mewujudkan harapannya bisa memperoleh kualitas kehidupan yang lebih baik yang diberikan orang tuanya tapi lebih-lebih sukses menjadi seorang juragan.
Lebih banyak yang terjadi sekarang kepala kita dipenuhi oleh angan-angan yang tinggi tapi sialnya out put nya malah energi negatif. Dah punya pekerjaan yang bagus malah korupsi, pengin cepat kaya membajak karya orang merampok, ngebet punya istri muda poligami buntutnya nilep duit rakyat. Tapi bukan berarti mempunyai angan tinggi selalu identik dengan cara-cara instan yang non prosedural loh, tidak juga. Kita akan merasa sejuk dan nyaman dibawah pohon besar nan rindang di siang hari karena yang dikeluarkan pohon di siang hari adalah energi positif yakni O2. Sebaliknya di malam hari pohon akan mengeluarkan energi negatifnya berupa CO2. Coba aja berada dibawah pohon besar di malam hari kalau nggak serem dan menakutkan.
Sama-sama bisa sukses, mungkin kita termasuk dalam kategori yang mana? Apakah kita sukses karena memiliki angan yang sederhana ataukah kita sukses karena memiliki angan yang tinggi? Saya yakin teman-teman blogger semuanya sukses, ayolah berbagi sama saya biar saya juga bisa ketularan sukses. Buntutnya kok gak enak ya… he.





Sudah sebulan lebih baru nulis lagi Her?? mudah2an Her dalam keadaan sehat dan tetap semangat ya. Mungkin sedang sibuk di kantor ya Her. Good. Memang urusan kerja kudu lebih diutamakan dari pada blogging.
Menanggapi postingan mu .. cita2 setinggi langit sebenarnya sah2 saja. Hanya saja, yang harus kita sadari adalah ‘modal’ yang kita punya. Bisa kecerdasan, tampilan phisik, panca indra, keluarga dlsbnya. Sepanjang banyak dukungan ‘modal’ yang kuat, rasa2nya semua cita2 dapat diwujudkan.
Kalo Herdy suka nonton American Idol. Disitu banyak sekali pelajaran tentang keberhasilan dan kegagalan. Banyak hal yang bisa kita lihat bagaimana seseorang yang punya ‘modal’ akan lebih mudah maju ke tahap berikutnya dari pada yang sekedar nekad dan mempunyai impian setinggi langit.
Apa pun cita2 .. harus didasari dengan ‘modal’ yang ada. Bisa saja, kita tidak punya apa2. Tapi karena kita mudah bergaul, ringan tangan (suka menolong), punya networking .. bukan tidak mungkin kita bisa kaya raya. So .. modal sekecil apapun tetap harus kita support. Dan tentunya jangan lupa berdoa pada-Nya agar Dia meridhoi cita2 kita.
Good posting.
Ah mimpi.. Buat gw,mimpi adalah hal yang bikin gw smangat menjalani hidup dari hari ke hari. Bukan masalah besar atau kecilnya sih, krn toh smuanya relatif. Yang paling penting harus bahagia aja, do what you love and the best thing you can do. don’t go chasing waterfalls (kaya mereka yg suaranya fals tp ngotot ikut American Idol..spt pak erander bilang).
hidup tuh bentar bgt yak..smg sempat meraih mimpi
or at least die trying. hehehe..
Mimpi adalah modal sebuah kesuksesan. jangan ragu bermimpi asal mimpinya masih terjangkau. bukan mimpi punya sayap terus terbang..hehe imposibel banget. dulu setiap nge-fans sama orang saya pengen ketemu dia dalam artian fans betulan, mimpinya ya ketemu orang itu. namun berhubung sebelum ketemu orang tsb kita harus pintar dan supel maka menjadikan saya seorang yang tadinya tak suka belajar menjadi rajin belajar. soalnya dulu waktu SMP ngefen sama itu… prince william anaknya Putri Diana gitu deh.. hehehe (skrg udah nggak)
Tapi, karena fans dan ber-angan ketemu, saya harus bisa bahasa Inggris, rajin belajar supaya suatu hari nanti bisa melancong ke Inggris tanpa biaya dari ortu. walaupun belum terlaksana melancongnya itu, tapi paling gak saya sudah cukup fasih berbahasa inggris dan punya keterampilan. yah, mimpi sih boleh2 aja asal tau batasnya. dari mimpi dan ngefans, saya bisa ambil hikmahnya meskipun sudah tak lagi bermimpi yang sama. Salam…
Ngomong2 soal angan, angan yg baik itu angan yg bisa diwujudkan. Baik dengan cara kerja keras ataupun kerja empuk. Tapi yg lebih penting lagi, bagaimana kita mendefinisikan kesuksesan itu sendiri.
yap…*jawaban untuk pertanyaan di paragraf pertama*
Saya termasuk orang yang berangan tinggi, karena angan2 dan mimpi yang tinggi membuat hidup lebih berarti. Karena mimpi memacu semangat hidup lebih tinggi. (Penyuka novel Sang Pemimpi “Andrea Hirata”