(Sebelum saya posting di sini, tulisan ini sebelumnya sudah saya share melalui email kepada beberapa rekan kerja sesama CSO di perusahaan saya bekerja. Mungkin ada beberapa yang tidak bisa dikonsumsi publik seperti halnya berupa lampiran-lampiran jadi tidak saya sertakan)
![]()
Orang bilang, semangat dan keputusasaan itu letaknya di atmosfer. Sebagai partikel bebas yang berada di atmosfer, tentunya ia akan mudah terhirup, menular kepada siapa saja dan mempengaruhi. Berangkat dari itu, jika kesedihan saja kita mau berbagi, kenapa untuk menjaga agar kita semua tetap bersemangat terkadang enggan untuk berbagi ??
Ya, saya sudah membuktikan bahwa tidak benar bahwa penolakan itu berarti kiamat. Barangkali kita sendirilah yang membuat bahwa benar penolakan adalah akhir dari segala-galanya - jika kita menyerah (article pendukung di sini). Saya sudah patahkan anggapan bahwa sesuatu yang tidak mungkin, tidak akan pernah kita dapatkan. Terlampir email korespondensi saya dengan customer yang berisi penolakan yang saya maksudkan dan sebuah PO dan bukti pembayaran tapi tidak saya sertakan.
Selalu kita berharap memperoleh keajaiban, selalu kita bermohon agar selalu diberi kemudahan, apakah masih relevan? Padahal semakin lama tingkat kompetensi dan kompetisi semakin tinggi. Semuanya diukur berdasarkan target, pada akhirnya semua kembali pada nilai yang kita dapat. Sedang pesaing ada dimana-dimana tak kalah bagai partikel bebas juga. Tidak ada kata yang mudah! Semua berangkat dari sesuatu yang sulit sehingga kita berada disini. Anda ada untuk menyelesaikan masalah, saya pun demikian! Anda disini untuk meminimalisir tekanan, begitu juga saya! Jika tidak ada masalah tentunya kita pun tak akan berada disini bukan?
Mungkin jika kita melihat PO nya akan muncul pertanyaan buat saya. Lho mas, PO itu kan bukan tertuju buat mas ? ITU TIDAK PENTING, saya bilang. Yang penting customer sudah bayar dan meminta kami yang back up kebutuhannya setelah sebelumnya menolak, betul tidak? Tapi kan….. ITU TIDAK PENTING ! Okay, jika jawaban saya masih kurang memuaskan, mari kita ikuti pembicaraan pertelepon yang saya terima dari product spesialist FG ketika lagi indehoi ngabisin sayap ayam goreng sewaktu makan siang. Kira-kira begini petikan pembicaraan perteleponnya.
Pak Product Spesialist FG (PPSFG) : Halow… ini Undercover ?
Undercover Lagi Lunch (ULL) : Iya pak, betul… gak salah lagi !
PPSFG : Undercover, nanti ada customer nama S * C kasi PO tolong diconfirm aja dari situ yah.
ULL : (Wah, seneng sekali saya, tapi pura-pura gak nunjukin) PO dari S * C pak ?
PPSFG : Iya, S * C. Tau kan S * C ??
(yaa PPSFG ini gimana, wong sewaktu bapak kesini aja, saya yang anter-anter ke kantornya, bapak lupa kaleee)
ULL : Iya pak, tau… Order f**ter kan pak, terus saya proses bagaimana ini pak? Karena saya kebetulan nawarin, jakarta juga nawarin ke S * C ?
PS : Pokoknya proses aja sesuai PO. Udah ya gitu ajah ! Byee..
ULL : Byee juga pak… (haiyyah kok ikut-ikutan) iya pak, terima kasih !
Belum juga saya selesai makan, kembali telpon saya getar-getar bikin geli. Sekarang, diseberang sana customer yang telepon, namanya pak T**wis. Beliau bilang akan fax sebuah PO dan bukti pembayaran. Kemudian beliau tanya apakah perlu untuk dirubah PO nya? Lantas saya pun bilang, ITU TIDAK PENTING, he he. Yang penting bapak sudah bayar dan meminta kami memenuhi kebutuhan bapak kami sudah senang. Kemudian kami pun bercerita panjang lebar dan saya relakan sayap ayam goreng saya jadi merana.
Kenapa bukan kita yang menciptakan keajaiban itu buat diri kita sendiri ?Kenapa selalu berharap? Meski Tuhan Maha Penyayang sekalipun, Tuhan gak akan begitu saja memanjakan umatnya. Tidak ada makan siang yang gratis kita bilang. Tidak ada yang bernama keajaiban… kita harus merubah paradigma itu. Yang bernama keajaiban itu adalah ketika kita merasa tidak ada harapan tapi kita tetap bersemangat. Ketika dalam tekanan sekalipun kita tidak lantas menyerah dan putus asa. Semangat kita untuk terus berusaha itulah keajaiban yang tanpa sengaja kita ciptakan untuk diri kita sendiri. Penjahat di muka bumi ini saja Tuhan masih beri rejeki kok apalagi kita yang mau berusaha dan bekerja. Kamu itu yang penjahat, kalian bilang. Iya, betul… saya memang penjahat tapi penjahat yang bisa ngibulin kalian agar tetap semangat! He he..
Apa yang sudah saya alami dan share disini adalah sebagai contoh saja. Saya juga tidak menganggap hal itu sebagai sebuah kejaiban. Tapi yang pasti, ketika Product Support Spesialist FG bilang, Undercover nanti akan ada PO dari S * C yang sebenarnya untuk Jakarta tapi kamu aja yang back up, kita tidak menjadi teramat kaget meski jujur senang juga. Karena sebelumnya kita juga sudah berusaha agar customer membeli kebutuhannya lewat cabang kita. Jadi kemungkinan kami akan dapat pasti ada dan sudah bisa kami prediksi. Ah, itu kan hanya kebetulan saja! Benar memang hanya kebetulan, tapi kebetulan yang sudah kita rencanakan. Anda akan bisa membedakannya jika mau mencobanya. Lain halnya jika pemberian itu kita dapat tanpa sebelumnya kita tidak berusaha. Tidak akan ada nilai kepuasannya….. yah, bisa jadi ini kita anggap sebagai pengalaman spritual kita bahwa dalam pekerjaan kita sekalipun tangan Tuhan tetap ikut berperan serta, apapun alasannya. Anda mungkin juga punya pengalaman-pengalaman spritual dalam pekerjaan mungkin yang lebih dasyat namun tidak sempat untuk anda bagikan. Pertanyaannya, kenapa tidak ? Apakah kita takut dianggap sombong ? Tidak ada kesombongan disini. Atau kita takut kalau nantinya orang lain akan lebih pintar dan berhasil melebihi kita ? Pernahkah kita bertanya meski dalam hati, kenapa orang sukses suka membagi-bagikan kisah dan kunci kesuksesannya ? Karena untuk sukses seperti dirinya susah sekali kita melakukannya. Kerja keras, tetap bersemangat dan tidak kenal menyerah. Satu saja kita mungkin tak sanggup melakukannya. Apalagi melakukan semuanya dengan konsisten. Toh jika kemudian ada orang lain yang sukses karenanya tentunya ia cuma akan jadi follower. Jadi lakukanlah dengan cara yang lain! Dan saat ini kita sedang melakukan dengan cara yang lain itu.
Bagaimana agar kita bisa tetap semangat?Ada manajemen semangat saya bilang, yang sangat bagus pernah saya dapat ketika mengikuti Training Handling Selling Objection Skill. Yah, disamping itung-itung refresh biar saya juga kembali ingat dan konsisten bisa melakukannya jadi kenapa saya tidak coba share saja. Kira-kira begini dia bilang, sederhana saja…. setiap apa yang kita terima yang menghasilkan tindakan, polanya akan selalu seperti pada gambar.
INPUT ——> POLA ——> OUT PUT
INPUT adalah aksi yang kita terima, biasanya dipengaruhi oleh BOS (Barang, Orang, Situasi)
POLA adalah sudut pandang dan pola pikir
OUTPUT adalah reaksi berupa tindakan, emosi dan perilaku yang jika terus menerus dilakukan akan menjadi kebiasaan
Jika input yang kita terima positif tentunya tak akan jadi masalah. Namun sialnya input yang kita terima kebanyakan selalu negatif. Gaji yang kecil menurut kita, fasilitas penunjang pekerjaan yang tidak memadai, dll (Barang), atasan yang tidak kooperatif, kawan yang tidak bisa diajak kerjasama, relasi yang jengkelin, dll (Orang), istri marah-marah, anak sakit, kerjaan yang gak ada habisnya, dll (Situasi). Pertanyaannya, benarkah kondisi-kondisi seperti itu yang membuat kita patah semangat dan tidak bisa mengoptimalkan potensi diri kita ? Tidak saya bilang!
Kenapa kita terkadang berlaku seperti anak kecil yang gak doyan makan. Mesti disuruh-suruh dulu, dicubitin sama ibunya bahkan mesti harus nangis duluan baru mau makan. Bukankah ujung-ujungnya tetap harus makan juga, nggak bisa nggak? Kenapa mesti harus merelakan pahanya dicubitin, mesti nangis duluan bahkan makan juga masih sambil nangis dan bersungut-sungut, apa enaknya? He..
Itu analogi aja, yang pasti jika pola pikir kita salah alhasil semangat kita akan menjadi down. Pola pikir kita yang negatif sedikit demi sedikit akan menguras gudang semangat yang susah payah kita kumpulkan. Pola pikir yang positif itu bukan pilihan menurut saya yang sewaktu-waktu boleh berubah negatif, tapi tuntutan hidup agar kita tetap bersemangat dan bisa exist apapun input yang kita terima, menyenangkan - tidak menyenangkan.
Jika orang bilang, semangat itu letaknya ada di atmosfer. Sekarang saya bilang, semangat itu letaknya ada di jaringan kabel serat optik, wirelless dan satellite. Mudah-mudahan kita akan terus berbagi…
Terima kasih dan semoga ada manfaatnya.
salam,






berharap keajaiban, kebaikan dengan dibarengi motivasi tinggi dan usaha keras..
I think… if we are thinking possible. It’s possible. Spirit is very important to realize something until it can be possible.
omg.. good work, guy
wah panjang,,,,
kita tidak akan bisa sukses kalo hanya mengandalkan keajaiban
haiah
gene mas-e yo pinter berfilosofi..
bagus bagus
yup,,,selama masih ada usaha dan keinginan bisa….GO POSSIBLE
Kemana saja, bro?
Kok jadi diam sih blognya
salam kenal!
semangat mas herdy…~!!
semangat ngeblog jg ya..
Kalo INPUT-nya negatif, diapain mas biar AUTPUT-nya jadi positif….