You are currently browsing the monthly archive for Januari 2009.
Salam jumpa rekan blogger & pembaca budiman semuanya, apa kabar? How your impression in the beginning of this new year? Menyenangkan bukan? Tentunya begitu banyak pengharapan yang akan kita wujudkan sepanjang tahun ini.
Ya, saya percaya… akan selalu ada api optimisme yang menyala-nyala dan siap membakar apa saja dalam benak rekan semua. Saya yakin itu! Karena soal semangat, saya sendiri merasa sebagai manifestasi dari rekan semua. Semangat saya tidak jauh beda dan tidak akan kalah dengan rekan blogger dimanapun anda berada. Semua blogger adalah pejuang, pejuang bagi dirinya sendiri dan untuk orang lain. Karenanya semua blogger adalah refleksi manusia-manusia sukses. Blogger adalah sukses itu sendiri. Kenapa saya bisa bilang begitu?
Menulis… keberanian mengemas & menyampaikan ide, opini, pemikiran, motivasi atau apapun itu kedalam bentuk tulisan, membuat karya cipta seni & intelektual baik audio maupun visual dan lain sebagainya, yang dinikmati juga bisa diakses oleh siapa saja tidak terkecuali di belahan manapun di bumi ini dan sadar akan segala konsekuensi, baik menyenangkan maupun tidak menyenangkan sebagai timbal balik interpretasi publik adalah seseorang yang mempunyai self esteem & self confidence yang luar biasa.
Sekarang saya bertanya, kesuksesan seperti apa sih yang tidak anda miliki jika kita mempunyai kedua hal yang saya sebutkan itu? Saya yang paling tidak mempercayainya jika anda bilang belum mempunyai kesuksesan. Karena kedua hal tersebut adalah percikan bara yang akan menjadi api semangat yang menyala-nyala yang menjadi modal buat kita untuk meraih apa saja.
Hanya saja mindset sukses itu seperti apa? Ada seorang mbak-mbak nih asli Menteng katanya, namanya Jennie Siat dan setelah hijrah ke Amerika Serikat dan bermukim di Kalifornia Utara namanya berubah menjadi Jenny S. Bev. Mbak Jennie ini adalah seorang e-commerce practitioner, a course designer, an online instructor, a business researcher, and a writer yang dalam bukunya berjudul “Mindset Sukses: Jalur Cepat Menuju Kebebasan Finansial” memberikan sumbangsih pemikirannya berbagi mengenai Mindset Sukses ini.
Default state kita semua adalah sukses kata mba Jennie, bukan kegagalan. Ungkapan yang cukup dikenal dan menjadi merk dagang miliknya adalah ” Success is a mindset. It is not a journey, not a destination. It is already within you” Menurutnya, “sukses” mempunyai makna yang lebih luas dan dalam ketimbang makna populernya, yang kebanyakan berkonotasi material dan status sosial di dalam masyarakat. Dalam bukunya itu mbak Jennie sengaja memutarbalikkan salah kaprahnya pengertian arti kata “sukses” kebanyakan orang selama ini. Menurutnya jika salah mengartikan sesuatu maka dampaknya sangat besar. Jika kita salah mengartikan “sukses” maka kapan kita akan menemukannya?
Mobil bermerk, rumah megah, mempunyai pergaulan dengan orang-orang penting yang selama ini kita kejar sebenarnya bukan ukuran dari sukses namun konsekuensi atau akibat sampingan dari sukses itu sendiri. Sukses adalah berdiri sendiri katanya. Ia bersifat internal dan bisa kita jumpai saat ini juga dalam diri kita, di dalam hati kita lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ia bisa dibarengi dengan materi dan kedudukan, namun bukan sebaliknya. Yang kerap kita lihat dari luar bukan sukses itu sendiri tapi hanya akibat/konsekuensi dari sukses itu sendiri. Jika anda ingin mengetahui formula sukses yang bisa diraih hanya dengan 12 bulan saya sarankan anda untuk membaca bukunya yang luar biasa itu. Dan bila anda berkeinginan mengenal mba Jennie lebih jauh, mengetahui sepak terjang dan kiprahnya di bidang riset, e commerce dan lain-lain termasuk pencapaian-pencapaiannya silahkan untuk jalan-jalan ke weblog/websitenya http://jenniesbev.typepad.com
Lantas apa hubungannya nih antara Mindset Success nya mba Jennie dengan A Big Collaboration nya Herdy? Begitu pastinya kan pertanyaannya. Tidak, saya tidak sedang bermaksud beradu konsep dan teori dengan mba Jennie, saya tidak percaya ekspektasi anda akan sejauh itu, karena tentu saja saya bukan tandingannya. Namun anda percaya tidak dengan satu hal bahwa sebenarnya peran terbesar dalam arti puncak pencapaian dalam hidup kita itu sudah dipersiapkan oleh Tuhan untuk kita tanpa terkecuali tapi Tuhan masih menggantungnya di suatu waktu, di suatu tempat dimana kita sendiri nanti yang akan menggapainya? Tentu anda boleh tidak mempercayainya namun saya percaya, karena setiap kita adalah diciptakan sebagai khalifah di muka bumi ini. Dari kata khalifah saja sudah tersurat bahwa kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan. Hanya sayangnya tidak semua orang memiliki keberanian yang cukup, penghargaan terhadap diri yang semestinya dan kepercayaan diri yang merupakan modal utama untuk berusaha.
Hanya itu modalnya? Iya, memang cuma itu saja modal awalnya. Tapi jangan salah ada seribu macam keadaan yang bisa menjadi alasan sehingga kita tidak bisa menggapainya dan peran terbesar yang seharusnya menjadi milik kita itu tetap menggantung di sana. Hanya itu tidak perlu duit? Yah kalau memang ada lebih bagus. Tidak butuh upeti untuk memuluskan jalan? Compactor kali memuluskan jalan, he
silahkah kalau tidak takut dosa, karena yang memberi maupun yang menerima sama-sama berdosa. Dan sama saja artinya kita sedang menyuguhkan istri dan anak perempuan kita kepada tamu kita. Lho, saya masih single tuh. Capeee deh… saya bilang!
Jika mungkin saat ini anda merasa tidak memiliki apapun untuk melakukan sesuatu, awalnya saya juga seperti itu. Wah, kok gaya tulisan saya jadi mirip-mirip gaya pelaku internet marketing sedang mempromosikan produknya ya
Tapi sungguh memang seperti itulah kenyataannya, saya rasa pendekatan personal terhadap artikel ini akan jauh lebih efektif buat kita semua jika diri saya sendiri rela menjadi personifikasi. Sebentar, saya bingung menggambarkan bagaimana diri saya waktu dulu. Pokoknya mBregudul deh! (kolaborasi antara bandel & keras kepala dalam bahasa jawa-red). Alhasil selepas kuliah saya bingung saat itu, sudah duit tidak punya pacar juga tak ada – rasa-rasanya seperti lirik lagu dangdut ya, lengkaplah penderitaan saya
Untungnya karena pembawaan saya yang mBregudul membuat saya tidak mau kalah dengan keadaan dan tidak mau menyerah. Sungguh saya adalah gambaran generasi madesu orang bilang pada waktu itu. Namun jauh dalam hati saya selalu mengatakan, ah yang benar? Tidak mungkin saya akan seperti ini terus jika saya tidak putus untuk berusaha dan mencoba. Saya pertanyakan selalu apakah benar sih sifat mBregudul nya saya itu tidak ada baik-baiknya sedikitpun? Representasinya saya kutip dari analogi yin dan yang yang di ulas oleh mba Jennie. Bahkan hal-hal yang negatif pun pasti ada positifnya, karena tidak ada setengah lingkaran “yin” yang seratus persen putih dan tidak ada lingkaran “yang” yang seluruhnya hitam. Pasti ada putih setitik di dalam hitam kelam dan ada hitam setitik di dalam putih bersih.
Dari situ akhirnya saya menemukan sisi positif dari sisi negatif. Bahwa mBregudul nya saya tidak pilih-pilih meskipun terhadap nasib. Bahwa mbregudul nya saya juga berlaku terhadap sulitnya keadaan sehingga membuat saya tidak mudah menyerah. Namun semua bermula atas keyakinan sebenarnya, atas pertanyaan saya di paragraf sebelum-sebelum ini. Anda percaya tidak terhadap satu hal? Sudah disiapkan sebuah peran yang bagus yang paling puncak oleh Tuhan atas masing-masing dari kita tanpa terkecuali. Jika kita mempercayainya, tidak akan terlalu sulit bagi kita untuk mengalahkan kekawatiran menjadi optimisme. Apalagi jika kita merasa bahwa kita tidak bodoh-bodoh amat toh kita bisa belajar dan itu tak akan pernah terlambat, lambat laun self esteem dan self confidence kita akan keluar.
Dan tentunya saat ini lah waktu yang tepat buat kita semua untuk merancang sekaligus menetapkan sebuah masterplan untuk setiap pengharapan kita di tahun ini. Apa saja yang ingin kita capai, bagaimana kita meraihnya, berapa lama waktu yang kita perlukan? Dan satu hal yang tidak boleh kita lupakan yang saya sebut A Big Collaboration – Sebuah Kerjasama Yang Besar, kita harus menyadari fitrah kita bahwa kita adalah manusia yang lemah. Jadi kita tetap membutuhkan dukungan dari Ash Shamadu (Tempat Bergantung Bagi Semua Makhluk dikutip dari Al Asmaul Husna – Red). Menjaga semangat dan berdoa mungkin itulah paduan kekuatan yang paling dasyat. Dan semoga kita akan mencapai peran terbesar itu.
Happy New Year.












Komentator