You are currently browsing herdy's articles.
Gambar di ambil dari sini
Ada sebuah ucapan taon baru yang sangat indah saya rasa, yang dikirimkan seorang pada saya, begini dia berucap…
Jangan hitung tahun-tahun yang lewat, hitunglah saat-saat yang indah….
Hidup tidak diukur dengan banyaknya nafas yang kita hirup ;
melainkan dengan saat-saat dimana kita menarik nafas bahagia
HAPPY NEW YEAR 2008
Seiring dengan ucapan tahun baru di atas, saya juga bermaksud mengucapkan Selamat Tahun Baru 2008 kepada kawan-kawan semua. Semoga, kesuksesan dan kemudahan senantiasa menyertai langkah kaki kita di tahun 2008 ini.
GOOD LUCK ….. !
(Saya memakai “kita” bukan “kalian” sebagai seruan kata ganti orang ketiga karena saya sedang membayangkan menuliskan ini buat saya sendiri diwaktu-waktu sebelum ini)
Judul di atas sebenarnya adalah penggalan dari seruan kalimat berikut : “Wahai blogger…. jangan hanya pintar omong doang! Tunjukkan hasil karyamu, apa yang udah kita perbuat….. sebagai apapun kita, paling tidak buat diri kita sendiri! Bukankah untuk sesuatu yang lebih besar harus dimulai dari diri kita sendiri dulu? Buat diri sendiri aja dulu, setelah itu baru buat keluarga, tidak perlu mikirin orang lain, kejauhan… karena jika kita udah bisa menunjukkan karya kita akan lebih banyak kesempatan buat kita untuk bisa membantu orang lain, menyenangkan orang-orang yang kita sayangi, sahabat-sahabat kita, komunitas kita dan terakhir pastinya kita udah berguna buat agama dan negeri kita tercinta”.
(Trus jika kemudian kita bertanya, “Siapa loe berani-beraninya ngomong seperti itu?” Saya akan menjawab, “Yang pasti saya udah pantas di panggil “Mas” bukan “Dik” bahkan oleh orang yang lebih tua dari saya. Karena mana pantas ada orang dipanggil “Dik” sedang dia dah kumisan, he he he)
Jika kesadaran dan pengertian akan pentingnya sesuatu buat seseorang itu bisa kita ibaratkan layaknya kita sedang hendak bertamu, terkadang cukup dengan kritik dan masukan saja sebagai ucapan salam seseorang sudah akan membukakan pintu. Tapi ada seseorang yang mesti diketuk-ketuk dulu baru akan membukakan pintu. Itu juga ada yang cukup hanya sekali, ada yang mesti dua kali atau tiga kali. Yang lebih parah lagi ada juga seseorang yang baru akan membukakan pintu setelah kita gedor-gedor. Tapi itu masih mending karena ada tipikal orang yang mo digedor-gedor model apapun bahkan sampai kedua tangan kita sampai bengkak-bengkak pun tetap nggak mau membukakan pintu. He he… Jadi semua akhirnya kita kembalikan kepada diri kita masing-masing sekarang, bagaimana kita menginteprestasikan. Apakah tulisan ini sebagai ucapan salam, ketukan atau gedoran. Dan kita juga bisa menilai diri kita sendiri termasuk tipikal yang mana pada akhirnya.
Maaf jika keliru, mungkin sedikit kita temui tulisan-tulisan generasi muda yang berisi antusiasme. Semua rata-rata menulis mengenai pertemanan, curahan hati, jalan-jalan, shoping, ngedate, makan-makan, pacaran, realita sosial, mengolok-olok dan mlesetin tatanan yang sudah ada mentang-mentang ada alasan kebebasan berekspresi dan banyak lagi lainnya. Bukan nggak boleh menulis itu. Boleh aja bahkan sebagai sebuah ide lahirnya sebuah tulisan hal itu menunjukkan suatu bentuk kreativitas. Dan itu satu tiket yang menunjukkan kepiwaian kita berkomunikasi, menjalin relasi, berkooperasi, berargumentasi dan bagaimana kita mengemas dan menyampaikan ide. Tapi itu hanya satu tiket aja, satu tiket yang membuat kita melaju sampai diperhentian berikutnya. Mana antusiasme kita yang membuat kita yakin akan bisa melewati semua rintangan yang ada? Menguap kemana semangat kita, bersembunyi dimana dia?
Wahai blogger, jangan cuma pintar omong doang! Mari kita tunjukkan effort kita, kita pamerkan prestasi kita ke ujung penjuru dunia! Betapa rindunya kita, diantara kita ada yang menulis, “HOREEE, SAYA LULUS CUM LAUDE!” Atau sebuah postingan ringan mungkin tapi maknanya sangat dalam, “PUAS SAYA, POKOKNYA BENER-BENER PUAS DEH!” Bukan puas karena apa-apa, tapi karena kita bisa posting dan blogwalking pake duit sendiri, gimana caranya kek. Bukan hasil dari ngrampok nodong ortu buat bayar warnet atau asal connect aja mentang-mentang tagihan telpon ortu yang bayar, he.
Yah, mungkin itu adalah contoh kecil aja karena yang besar-besar akan segera kita lakukan bukan? Masa depan kita adalah ditangan kita, banyak diantara kita yang masih sekolah, kuliah… tunjukkan prestasi kita. Karena masa depan kita masih terbentang dan semuanya hanya akan bisa kita raih dengan berprestasi. Nggak ada tempat bagi kita yang cuma pintar omong doang! Masih ada satu fase lagi dimana dari semuanya kita akan berada, dunia yang penuh kompetisi, dunia kerja, dunia dimana kita akan benar-benar berkarya. Yakinlah semuanya tidak gampang untuk diraih, karena tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang benar-benar kaya. Banyak duit mungkin, tapi kaya? Nggak ada! Omong kosong! Apa artinya, bahwa semuanya berebut untuk bisa bekerja. Karena jika kita merasa kaya, kita akan berani berhenti untuk bekerja dan berkarya. Ada yang berani? Silahkan tunjuk jari!
Celetukan Bonaga dan Naga Bonar dalam sekuel film Naga Bonar ini memang sangat brilliant, inspiratif dan begitu percaya dirinya. Kata-kata jenius saya bilang, “APA KATA DUNIA..??” celetuknya. Lalu, apa hubungannya dengan postingan ini? Terus terang saya sengaja hendak mengadopsi semangat dari kata-kata itu dalam postingan ini. Postingan yang semoga aja aja bisa menginspirasi, lebih-lebih karena saya sedang ingin membicarakan kesuksesan dan kehebatan orang-orang yang saya kenal semenjak saya berasyik masyuk dengan dunia blogosphere ini. Bahkan tanpa harus berkata-kata pun, jika kita terkagum-kagum atas kehebatan atas kiprahnya dalam dunia yang sedang dipacarinya, kita seperti sedang mendengar mereka nyeletuk dengan bangga, Iya dong… Apa Kata Dunia ??! Dan bagi seseorang yang mempunyai pola pikir yang positif dan senantiasa ingin maju, seumpama benar mereka bilang dengan jumawanya seperti itu, pasti kita akan meresponnya secara positif pula. Bukan terus kita artikan sebagai sebuah kesombongan dan keangkuhan tapi lebih-lebih sebagai lecutan, bahwa kita bisa berkarya juga dan mampu seperti mereka bahkan jauh melampaui mereka. Begitulah kira-kira esensinya….
Terkadang kita terlalu jauh mencari perspektif, padahal yang dekat-dekat aja, seseorang yang kita kenal bisa kita jadikan inspirasi. Jadi kenapa kita mesti susah payah keluar masuk toko buku untuk sekedar bisa membaca kisah hidup seseorang yang nggak kita kenal? Padahal blog mereka-mereka ini, web milik bapak/ibu ini bisa menjadi refferensi. Kita bisa tau kiprah mereka, segala perjuangannya dan bisa belajar atas sukses yang sudah menjadi milik mereka. Bukankah kita juga pengin bisa ikut-ikutan bilang, seperti saya juga pengin bisa nyeletuk dengan bangganya, “Apa Kata Dunia?” Apakah kita tidak ingin kesuksesan itu menjadi milik kita? Apalagi tinggal beberapa hari lagi kita akan merayakan moment yang paling sakral bagi seluruh rakyat Indonesia, Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia? Tentu pertanyaan paling besar buat diri kita masing-masing adalah apakah kita sudah mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya, dengan memberikan karya nyata demi kemajuan dan kejayaan bangsa dan negeri kita tercinta?
Berikut mungkin contoh beberapa orang hebat yang saya sebutkan itu. Saya yakin mereka akan protes disebut-sebut sebagai orang sukses. Jadi mohon maaf sebelumnya jika saya sudah memvonis demikian. He he… Karena apa, terkadang karena sudah kadung frennya, kita lupa untuk sekedar melihat kehebatan mereka dari sisi yang lain, bagaimana mereka berkarya yang akan memotivasi diri kita sendiri agar lebih maju selain hanya sebagai teman sharing dan blogwalking. Karena bukankah kegiatan ngeblog minimal bisa memberikan nilai positif buat diri kita sendiri seperti mengadopsi kata-kata mas Luigi dalam salah satu surat elektroniknya kepada saya, semuanya ini ditujukan sebagai pembuka cakrawala baik pemahaman dan pola-berpikir kita semua, agar dapat melihat kesempatan dan menyambut tantangan global kedepan seiring dengan meningkatnya mobilitas dan cakup geografis sepak-terjang anak bangsa. Dan mereka inilah contoh anak bangsa itu yang dengan sepak terjangnya telah berhasil mewarnai dan mengisi alam kemerdekaan itu dengan berkarya.
Lalu, siapakah mereka…???
Ibu dua anak yang murah senyum ini tentunya semua juga tahu. Ibu Evy, seorang dokter gigi, seleb blog merangkap specialis Bedah Mulut dan Maxillofacial yang sukses menjalankan program Berbagi Senyum nya. Sebuah program peduli terhadap penderita bibir sumbing yang kurang mampu di negeri ini. Sudah sepantasnyalah kita kagum atas kepeduliannya dan kapabilitasnya menjalankan profesinya bukan sekedar kecanduan kita atas postingannya yang kritis, lugas, dan seringkali ceplas-ceplos. Pastinya dalam hati pernah kita mbatin, busyet deh ini Bu Dokter, hebat banget sumpah! Yang benar setelah itu harusnya muncul pertanyaan dalam diri, nggak bisa kah saya seperti dia?
Mbak yang baru saya kenal ini ternyata seorang Engineer di salah satu perusahaan Oil & Gas yang sementara ini bermukim di Angola. Jujur saya ngiri dengan sebutan Engineer yang disandang mbak Nadia Febina ini apalagi dia seorang perempuan. Maaf bukan sedang mempersoalkan masalah gender tapi lebih-lebih saya kagum terhadap wanita-wanita masa kini yang nggak mau kalah dengan laki-laki. Ibu Kita Kartini tentunya saat ini sedang tersenyum di alam sana karena usahanya memperjuangkan Hak Emansipasi Wanita nggak sia-sia.
Bapak low profile yang sering berpindah-pindah tugas dan terakhir bermukim di Madiun ini tentu bagi siapapun yang melihatnya akan langsung menebak keberhasilan karier juga kehidupannya. Sampai saat ini terus terang saya belum bisa menebak Pak Erander ini bekerja di mana dan berkiprah dalam bidang apa. Namun jika membaca tentang beliau dalam “Aku” di Weblognya, yang semuanya menggambarkan kehidupan spiritualnya tentunya Pak Erander ini sudah masuk dalam tingkatan Comfort Zone. Karena salah satu parameter keberhasilan seseorang yang paling mudah adalah dengan melihat bagaimana tingkat kekusyukan hubungan vertikalnya.
Saat ini mas Luigi ini sedang bekerja mendukung misi PBB di Liberia dari segi procurement & contracting expert, dimana beliau banyak berurusan perihal tender, kontrak dan pembelanjaan yang diperuntukan untuk mendukung kebutuhan barang dan jasa keperluan operasional misi. Sebelumnya mas Luigi ini mendukung dalam kapasitas fungsi yang sama pada misi pemeriksaan senjata PBB di Irak tahun 2003. 3 tahun lebih berada di Liberia tentunya wajar jika mas Luigi ini seringkali teramat kangen kepada Abigail dan si Idung peseknya. Sungguh, benar-benar Good Job yang mulia. Siapa yang akan menyusul?
Dokter satu ini lebih senang dipanggil Cak dan seringkali protes jika di panggil Dok. Kayak baru kenal aja komentarnya…. Tujuan ngeblog buat Cak Moki ini adalah untuk mensosialisasikan supaya bidang kedokteran tidak lagi menjadi sesuatu yang “menakutkan” dan terjalin komunikasi yang baik dengan banyak pihak. Soal kesuksesan tentunya kita tak perlu meragukan, iya nggak?
Dari semuanya, ada seseorang dengan profesinya yang sebenarnya telah sangat berjasa sehingga Bu Dokter Gigi Evy itu ada, Mbak Febina menjadi Engineer sehingga punya kesempatan melanglang buana ke Angola, Tokyo, London dan kota-kota lain di belahan bumi ini, Pak Erander tampak sangat gagah dengan dasinya, Cak Moki punya kerendahan hati sehingga enggan dipanggil Dok dan masih banyak lagi rekan-rekan kita lainnya yang sukses berkiprah sesuai bidang dan kemampuannya. Seseorang itu tak lain adalah Pak Guru Deking dan Oemar-Oemar Bakrie lainnya. Maafkan jika kami dulu nakal, suka melawan, suka membolos sehingga kena hukuman dan harus berdiri di depan kelas dengan satu kaki dan kedua tangan memegang telinga. Saat ini kami benar-benar mengerti kenapa kalian disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Terima kasih Pak Guru… !! Sayang saya tidak bisa menayangkan tampilan gantengnya karena di weblognya tidak saya temukan satu jejak wajah pun yang bisa saya comot.
Sebenarnya masih banyak orang-orang hebat lagi lainnya yang layak tayang dan bisa saya catut di sini, tapi biar gak norak tampilan postingan ini… saya cukupkan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu di atas saja. Saya pikir mereka semua sudah mewakili figur-figur orang hebat yang menginspirasi di dunia blogosphere ini. Inti sesungguhnya, mudah-mudahan seperti apa yang sedang saya rasakan dan ingin saya tanamkan dalam diri adalah sama seperti mungkin yang akan teman-teman rasakan, sudah saatnya kita harus belajar dan mencoba untuk bisa mengapresiasi secara sportif keberhasilan dan kelebihan orang lain bukan malah sibuk dan asyik mengobok-obok kelemahan orang lain yang tentunya wajar jika selamanya kita akan menjadi manusia yang kerdil dan susah untuk maju. Kita harus percaya bahwa kita juga bisa karena orang lain pun bisa. Jadi mari kita berkarya menurut apa yang kita bisa, terus belajar dan berusaha lebih baik waktu ke waktu, karena….. kompetisi itu nggak ada matinya. Selanjutnya, “Apa kata dunia?” seloroh kita dengan bangga.
Dirgahayu Negara Republik Indonesia yang ke 62… Merdeka!!













Komentator