You are currently browsing herdy's articles.
Terakhir posting tgl 21 Mei 07, seperti dah setahun aja rasanya, padahal kalo dihitung baru 5 hari otak ini mutung gak mau diajak berkata-kata. Dah dipaksain sok serius, tepekur, menghayal, semedi…. biar dapat ilham tapi kalo namanya otak lagi dodol, mau diperkosa model apapun juga gak akan orgasme membuahkan apa-apa.
Jengkelnya lagi, mungkin karena kebanyakan mengkonsumsi nikotin, beberapa hari ini saya terkena penyakit komplikasi, batuk lah, radang tenggorokan, pilek… Emang gak punya attitude tuh penyakit, bertamu pake rombong-rombongan, gak inget waktu lagi… tengah malem lebih ngrongrong lagi. Tapi untungnya, blog saya udah mulai meriah, mulai banyak komentator persis kayak laron sehabis hujan. Terhibur juga sih, karena meski otak lagi hang tapi kalo cuma buat balas-balas comment masih bisa diajak kompromi lah! Ternyata resep rahasianya cuma simple aja, seperti kata ibu yang suka senyum-senyum sendiri, mungkin anda juga taulah siapa dia? Dia bilang begini, “wah udah rame tuh blog nya hi hi hi hi makanya musti rajin comment ke mana2 supaya pada balik comment kesini”, katanya.
Belum lagi jika keinget wejangan branch head beberapa waktu lalu. “Herdy, kamu gak boleh sakit hati yak. Reward tahunan jualan filter kamu gak di approv sama manajemen. Insentif khusus jualan oli kamu juga. Kamu kan harus ngerti, client kamu yang beli filter sama oli itu kan lama bayarnya”. Sakit hati sih nggak pak, tapi gondok iya, batin saya. Sekarang bayangin aja, kerja keras saya jualan filter tahun 2006 sebesar ± USD 33.000,- dan jualan oli 50 drum gak ada hasilnya gara-gara customer bayarnya gak tepat waktu. Tapi perusahaan gak salah juga sih, karena emang semua dah ada aturannya. Jadi yah, berlapang dada aja, toh product-product yang lain juga ada insentifnya. Mungkin memang belum rejeki saya, mo apa lagi? Iya gak?
Positif thinking, pasti deh semua juga ada hikmahnya. Lagian seperti saya pernah denger temen saya bilang, “mas, yang namanya rejeki itu yang sudah berada di dalam perut. Yang masih diluar perut mah belum rejeki namanya karena sewaktu-waktu juga bisa ilang”. Gak tau juga apa yang dia bilang itu shahih ato gak? Tapi menurut feel saya sih masuk juga. Apalagi trus dia nambah-nambahin gini, “percaya deh mas, semakin orang mempersulit rejeki kita, semakin kita juga akan mendapat gantinya yang lebih banyak dari gusti Allah” Wah, saya jadi tambah seneng dengernya…. he!
Tapi bener juga lho, karena setelah itu tiba-tiba saya mendapat job Overhaul langsung 3 unit generator set dari satu customer, 1 Top Overhaul generator set dari customer lain, 1 Top overhaul generator set juga dari customer lain lagi. Dan masih ada 1 auxiliary engine milik kapal customer yang pasti di Overhaul juga karena jamed.
Tapi kembali kepada otak saya yang lagi hang, mungkin anda juga akan memahami jika sampai saat ini saya belum bisa posting. Gak enak juga sih rasanya, tapi mau bilang apa wong uda dipaksain, namanya otak lagi mutung mau diperkosa model apapun juga gak akan orgasme membuahkan apa-apa walaupun hanya satu kata.
(“Aku kasihan sama anak2 perempuan yang putus sekolah, disingkirkan dari pergaulan dan di hujat dan bahkan di cap ahli neraka karena hamil akibat “kecelakaan”, akibat ketidaktahuan pengendalikan sex, sementara anaknya di label “anak haram” (Ataghfirullah kok tega ya..?) apakah anak lain ada sertifikat halal dari MUI?” )
Jika tidak salah merasa (maaf jika saya terlalu sensitif) saya melihat kemarahan dalam tulisan ibu Evy. Lantas, apakah marah itu salah? Tentu saja tidak! Kita memang seharusnya marah tapi tidak kepada siapa-siapa melainkan kepada diri kita sendiri. Kenapa? Karena kita sebagai orang tua, sebagai orang yang lebih dewasa, sebagai apapun kita dalam tatanan kehidupan bermasyarakat… jelas kita sudah lengah sampai kejadian ini terus berulang di depan mata kita.
Hamil di luar nikah, aborsi… sudah jadi makanan berita kita sehari-hari sedang di lain tempat seminar, acara-acara interaktif yang membahas masalah ini juga marak diselenggarakan dimana-mana. Di sekolah-sekolah, di kampus-kampus, di mall bahkan dalam acara arisan bapak-bapak/ibu-ibu RT. Pesertanya beraneka ragam dari pelajar, mahasiswa, orang tua dan berbagai kalangan lain yang mewakili kelompoknya. Alhasil, coba kita tengok tingkat hunian losmen-losmen kelas melati di tempat-tempat wisata pada saat libur datang, remaja-remaja semua lah yauw! Dagelan macam apa ini? He…
Sebenarnya sih membahas masalah ini cerita mati. Gak akan pernah ketemu ujung pangkalnya. Gak ada yang mau disalahkan. Semua bilang semua salah jika udah kejadian, pada saling tunjuk… piye jal? Lagipula hal ini berurusan dengan kebutuhan fitrah manusia yang jika ditahan bagaimana lantas jika disalurkan gimana juga wong masih pada ABG belum ada ikatan apa-apa, masih pada pacaran, cinta-cintaan. Repotnya ABG juga manusia jika pengin tiba-tiba datang tanpa diundang dan menuh-menuhin pikiran, hayo….? Tapi ngomong-ngomong kok jadinya saya sedang tidak kalah marah dibanding bu Dokter ini? He…
Ok deh, mungkin ada baiknya jika saya batasi permasalahan ini biar gak dipersepsikan dan melebar kemana-mana. Jadi yang saya maksud di sini adalah Free Sex yang dilakukan oleh remaja-remaja usia sekolah. Mungkin jika ada yang peduli akan hal ini boleh sumbang sarannya, ibu Evy juga boleh posting lagi yang lebih seru. Kenapa perlu saya batasi? Karena Sex Abuse ibu Evi bilang yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah jelas secara tidak langsung menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua, guru-guru dan dosen-dosen sebagai pendidik dan kita semua yang merasa lebih dewasa dari mereka. Jika setiap blogger menulis masalah ini kan rame tuh, bisa jadi refferensi bagi orang-orang yang berkompeten menangani dan pemerhati serius masalah ini. Siapa tau mas Antobilang jagonya bikin banner terus bersedia membuatkan banner “STOP FREE SEX & ABORSI, KARENA BAYI JUGA MANUSIA” untuk mengkampanyekan masalah ini agar remaja-remaja sadar akan bahaya melakukan sex bebas. ( Tapi ngomong-ngomong soal banner, kok saya bingung gimana cara pasang di blog saya yak? Dodol… dodoool! Ada yang mau kasi tau caranya gak? *memohon mode on* )
Sebagai pengompor kan mungkin anda bilang saya tidak sportif jika bisanya manas-manasin doang. Ya sudah saya akan coba memberikan opini saya. Tapi mohon maklum jika opini saya tidak valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena memang saya menyampaikan tidak sedang mewakili kelompok/latar belakang manapun melainkan sebagai anggota masyarakat biasa yang prihatin, sedih sekaligus masgul melihat kondisi ini.
- Terkadang kita sebagai orang tua atau orang yang lebih dewasa terlalu naïf sehingga seringkali kecolongan. Kita sering menganggap remaja-remaja itu lugu dan tidak tahu apa-apa. Padahal kenyataannya mereka udah tau terlalu banyak dari yang kita kira dan saking banyak taunya mereka penasaran ingin mempraktekkan.
- Sebagian besar remaja kita kurang memiliki tanggungjawab kepada dirinya sendiri boro-boro tanggung jawab atas masa depannya, orang tuanya yang banting tulang bekerja membiayai mereka apalagi lingkungan sekitar dan Tuhan Pencipta mereka.
- Budaya gampangin (menggampangkan sesuatu, resiko belakangan) yang dianut remaja-remaja kita. Gak tau ini warisan siapa yak?
Mungkin mentalitas aja lah yang saya tekankan di sini. Lain-lain saya persilahkan sederek-sederek yang ingin membahasnya diblognya masing-masing. Nanti saya didakwa kemaruk lak blaik. Oya, saya kok belum bilang terima kasih sama ibu dr. Evy udah mau ngelink blog saya dipostingannya. Matur nuwun, bu dokter memang is the best.
Marketer tidak harus punya weblog? Ini sih just opinion aja. Yang pasti dunia marketing itu terlalu dinamis menurut saya, jadi perlu sarana bagi marketer untuk terus meng up date kemampuan personal, mengasah wawasan maupun ide-ide baru agar tetap fresh. Saya pikir weblog wadah yang paling tepat untuk semua itu.
Mulanya saya juga heran, kenapa ada orang yang mau tulis-tulis weblog. Iseng banget kata saya. Gak ada kerjaan! Itu kesan pertama saya. Selanjutnya, saya pun mikir… ternyata “mlethik” juga yak isi kepala blogger itu? Banyak saya temui posting para blogger keren abiZz gak cuma asal tulis. Saya suka spiritnya, mau disebut “ Jurnalis Frustasi” kek gak urus yang penting berkarya sudah. Lagipula siapa sih yang bisa liat isi kepala orang? Bagaimana juga kita bisa tahu “kekayaan intelektualitas” kita diakui sama khalayak jika tidak dituangkan? Sedasyat apapun ley isi kepala kita gak ada artinya kalo masih tetap ngendon di kepala. Bukankah hidup ini akan lebih bermakna jika kita bisa saling berbagi? Sekecil apapun, pengalaman kita, opini kita jika itu bisa bermanfaat dan bisa dinikmati oleh orang lain kenapa tidak? So, why not?
Kemudian jika ada yang bilang blogger itu narsis, blogger itu “taek”… itu mah orang yang ngiri aja. Orang yang frustasi menurut saya, sebenarnya dia juga pengin share, hanya saja dia gak mampu berekspresi. Kasihan sebenarnya, jadi gak perlu diurusin deh tar malah tambah frustasi kan bahaye, he. Menambah panjang daftar orang-orang frustasi di negeri kita tercinta ini. Yah mudah-mudahan aja, saya berdoa kepada Tuhan YME smoga posting saya ini bisa meng-inspirasi sebagian orang yang seperti itu. Amin.
Ok deh, mungkin anda menganggap diri anda orang yang berkarakter keras, kaku, gak romantis, gak pinter, gak bisa nulis karenanya gak pernah mau nulis. Itu kan hanya anggapan! Saya awalnya juga beranggapan kayak gitu. Wong ndeso, jadi preman kampus, dari smu dah di jalan, tidur di got. Mana bisa saya nulis? Tapi, yakinlah disaat benak anda bilang “mana bisa saya nulis?” Hal itu sudah bisa menjadi semangat anda. Cuma tipis doang batasannya antara bisa dengan gak bisa. Cuma mau apa nggak! Itu aja… Seperti perasaan takut dengan tidak takut. Bayangkan aja anda tidak takut, saya yakin anda akan tetap melakukannya juga. Iya nggak? Perasaan gak bisa, takut itu akan terus membelenggu anda kecuali anda mau mendobraknya. Tipis doang percaya deh! Karena perasaan gak bisa, takut yang berlebihan itu akan membuat anda tidak akan pernah melakukan apa-apa.
Lanjut! Kita kembali ke… LAPTOP! Sorry mas thukul yak, he. Jadi kembali pada weblog & marketer, weblog adalah wadah yang sesuai buat marketer untuk mengekspresikan diri. Karena bahaya jika marketer kehabisan ide, nah weblog bisa jadi tempat buat curahan pemikiran-pemikiran anda yang brilian. Meski masih sebatas pemikiran atau yang sudah anda praktekkan. Syukur kan bila terus mendapat legitimasi publik tapi itu sih no kesekian dari tujuan anda ngeblog anggap aja bonus, okay! Tapi yang jelas dengan ngeblog seorang marketer jadi gak akan pernah kehabisan ide untuk membuat terobosan. Karena pengetahuan, wawasan dan opini-opini kita akan selalu up to date.
Sayang jika pemikiran-pemikiran anda yang brilian sampai berkarat jika terlalu lama ngendon di kepala. Selamat berekspresi dan ber Weblog Ria…. !












Komentator